RSS
Kutipan
18 Nov

Catatan kaki:

Tiap tiap bentuk permusuhan terhadap Islam, walaupun datangnya dari musuh-musuh agama Kristen, pada waktu tertentu dalam sejarah, mendapat smbutan yang hangat dari pembesar-pembesar tertinggi dalam gereja Katolik. Paus Benoit XIV yang mashur sebagai Paus yang terbesar pada abad XVIII, tidak ragu-ragu untuk mengirim restunya kepada Voltaire. Dengan mengirim restu itu, Paus tersebut ingin menyampaikan terima kasihnya, karena Voltaire mempersembahkan karangannya “Mohammad atau Fanatisme” (1741) kepada Paus Benoit XIV tersebut. Karangan tersebut merupakan ejekan kasar terhadap Muhammad, yang kwalitasnya sama dengan buku apa saja yang ditulis oleh ahli pena yang pandai tetapi beriktikad jahat. Tragedi tersebut mendapat kehormatan karena termasuk dalam lakon-lakon dalam kumpulan Comedie Francaise.
Lumen Gentium, judul suatu dokumen Konsili Vatikan (1962-1965).
Soal bahasa dan terjemahan memang sulit. Di Indonesia sebaliknya. Kita lebih suka memakai kata “Allah” sebab sudah terang bahwa “Allah” adalah kata yang tersebut dalam Al-Qur’an dan sebagian besar bangsa Indonesia beragama Islam. Kata “Allah” mempunyai konotasi sendiri yakni: sifat-sifat yang ada dalam Al-Qur’an seperti sifat Tunggal, adil, bijaksana, pemurah, penyayang dan seterusnya, sedang kata Tuhan mempunyai konotasi menurut agama orang yang memakainya (Rasjidi).
Para penterjemah Al-Qur’an yang masyhur-masyhur tidak terlepas danpada kebiasaan sekuler ini, yakni memasukkan dalam terjemahan mereka hal-hal yang tak terdapat dalam teks Arab. Dengan tidak merubah teks, orang dapat menambah judul yang tak terdapat dalam teks asli, dan tambahan itu merubah arti umum — R. Blachere dalam terjemahannya yang terkenal, terbitan Maisonneuse tahun 1966 halaman 115, memasukkan judul yang tak terdapat dalam Al-Qur’an di atas ayat-ayat yang memang mengajak umat Islam untuk memegang senjata, akan tetapi bukan mengajak kepada agressi, R. Blachere membubuhi judul “Kewajiban untuk melakukan perang suci.” Tentu saja pembaca yang tidak dapat memahami Al-Qur’an kecuali dengan terjemahan akan merasa yakin bahwa seorang Islam wajib melakukan Perang Suci.

Menurut penyelidikan, ketika Nabi Muhammad masih hidup ada beberapa sahabat yang mengumpulkan Hadits-Hadits untuk keperluan pribadi; Penterjemah Rasyidi.
Wahyu ini telah merubah keadaan Nabi Muhammad. Kita akan membicarakan artinya, khususnya berhubung karena Nabi Muhammad tak dapat membaca dan menulis pada waktu itu.
Pengarang menghitung waktu turunnya wahyu Kerasulan Muhammad adalah 23 tahun, 13 di Mekah dan 10 di Medinah. Tetapi antara wahyu pertama dan kedua terjadi masa putus selama 3 tahun. (Rasjidi)
Saya pernah baca di majalah Time beberapa Tahun yang lalu, bahwa Presiden Russia, Breznev menghadiahkan mushaf Uthmani berasal dari Tasykent kepada Kepala Negara Libya, Mua’mmar Qadhafi.
Riwayat Bibel yang dimaksudkan di sini adalah riwayat Sakerdotal (riwayat para pendeta) yang telah dibicarakan dalam bagian pertama daripada buku ini. Riwayat Yahwist yang hanya diringkas dalam beberapa baris dalam teks Bibel sekarang adalah sangat tidak berarti untuk dibicarakan.
Kita dapatkan bahwa bulan dan matahari yang keduanya dalam Bibel dinamakan benda bercahaya, di sini dan di lain tempat dalam Al-Qur’an diberi dua nama yang berbeda. Di sini bulan dinamakan cahaya (nur) dan matahari dibandingkan dengan pelita (siraj) yang mengeluarkan cahaya. Di lain tempat kita akan mendapatkan nama-nama atau sifat lain untuk matahari.
Di luar Al-Qur’an, pada zaman Nabi dan abad-abad sesudahnya dalam teks-teks yang meriwayatkan Hadits angka 7 dipakai untuk menunjukkan “banyak.”

Pernyataaan bahwa penciptaan sama sekali tidak meletihkan Tuhan nampak sebagai jawaban yang tepat terhadap riwayat Bibel yang kita muat dalam bagian pertama daripada buku ini, yaitu bagian yang mengatakan bahwa Tuhan beristirahat pada hari ketujuh sesudah Dia bekerja pada hari-hari sebelumnya.
Mengenai bulan, orang berpendapat bahwa asalnya adalah pecahan daripada bumi, disebabkan oleh makin lambatnya peredaran.
Saya sering mendengar dari orang-orang yang berusaha mencari penjelasan manusiawi mengenai soal-soal yang ditimbulkan oleh Al-Qur’an, bahwa Al-Qur’an memuat keterangan-keterangan yang tepat dan mengherankan tentang astronomi, hal itu karena orang Arab memang menonjol dalam pengetahuan astronomi. Penjelasan seperti tersebut melupakan bahwa pada umumnya perkembangan Sains di negara-negara Islam terjadi setelah Al-Qur’an selesai diwahyukan, dan melupakan pula bahwa pengetahuan ilmiah pada periode yang agung itu tidak memungkinkan seorang manusia untuk menulis ayat-ayat tentang astronomi yang kita dapatkan dalam Al-Qur’an. Pembuktian tentang hal ini akan saya berikan dalam paragraf-paragraf yang akan datang.
excentriq artinya dua lingkaran yang titik pusatnya berlainan.
Ayat ini diikuti dengan ajakan untuk mengakui nikmat Tuhan; itulah isi pokok daripada surat 55.
Kota Sana’a, sekarang ibu kota Yaman telah didiami orang pada zaman Nabi   Muhammad. Kota itu terletak dalam ketinggian 2400 m.
Dalam ayat lain (surat 6 ayat 98) “tempat menetap” dikatakan dengan istilah yang sangat dekat dengan istilah di atas dan dapat berarti uterus (rahim) ibu. Secara pribadi saya berpendapat bahwa itulah arti ayat tadi, akan tetapi interpretasinya yang terperinci memerlukan perkembangan-perkembangan yang di sini bukan tempatnya untuk menyebutkannya. Surat 39 ayat 6 artinya: “Dia menjadikan kamu dalam badan ibumu, kejadian demi kejadian, dalam tiga kegelapan.” Juga memerlukan interpretasi yang tepat. Ahli-ahli tafsir modern mengartikannya sebagai tiga bagian anatomik yang memelihara bayi dalam kandungan: dinding perut, rahim dan zat-zat yang membungkus bayi (placenta, membrane, dan cairan aminotik). Saya merasa perlu menyebutkan ayat tersebut agar penyelidikan ini menjadi sempurna. Interpretasi yang diberikan di sini secara anatomis tak dapat dibantah, tetapi apakah itu yang dimaksudkan oleh teks Al-Qur’an.
Sepanjang pengetahuan penterjemah, hanya R. Blachere yang mengartikan ayat tersebut dengan pengertian itu.
Semenjak manusia mengetahui tentang kronologi zaman kuno dan mengetahui bahwa khayalan kronologi daripada penulis-penulis teks Sakerdotal dalam Perjanjian Lama tidak dapat dipercaya, kronologi tersebut lekas-lekas dihilangkan dari Bibel. Tetapi ahli tafsir modern tentang silsilah keturunan, yang sampai sekarang masih dimuat dalam Bible, tidak menarik perhatian pembaca Bible yang dicetak untuk awam kepada kesaiahan-kesalahan yang terdapat dalam Bible.
Rass adalah telaga yang sudah kering, kaum Rass menyembah patung dan Tuhan mengutus Nabi Syu’aib kepada mereka
Kita akan lihat bahwa angka ini berlebih-lebihan.
Pada masa jayanya dinasti Ptolomeus, sebelum dihancurkan oleh tentara Romawi di Iskandariyah terdapat dokumen-dokumen penting tentang sejarah kuno. Dokumen-dokumen tersebut sudah hilang
Dalam sejarah suci pada permulaan abad XX seperti yang dikarang oleh pendeta H. Lesetre untuk pelajaran-pelajaran agama, disebutkan bahwa Exodus terjadi pada waktu Mineptah memerintah Mesir.
R.P.B. Couroyer, Professor di Sekolah Bibel Yerusalem, dalam komentarnya tentang Kitab Kejadian mengatakan bahwa nama “Israil” selalu disertai kata “aku” dan bukan “negara” seperti nama-nama lain yang terdapat dalam dokumen.
Tentunya yang dimaksudkan oleh pengarang tafsir itu adalah riwayat Bibel.
Thorax: badan-badan manusia antara leher dan diaphram, mengandung alat pernafasan dan sirkulasi.
Endoscopie: alat untuk mengetahui keadaan dalam badan manusia.
Mumia Ramses II, seorang saksi dalam sejarah Nabi Musa juga menjadi bahan penyelidikan seperti mumia Mineptah. Penyelidikan tersebut memerlukan daya upaya yang sama.
Sesungguhnya, kata yang lebih tepat adalah Sunnah Nabi. Hadits berarti riwayat, yakni orang-orang yang bernama baik itu meriwayatkan tentang Sunnah Nabi. (penterjemah).
Dalam menguraikan pendapatnya mengenai Hadits obat-obatan, pengarang menimbulkan kesan bahwa ia sangat terpengaruh dengan pengobatan modern. Hal ini dapat difahami karena ia adalah seorang dokter ahli bedah yang hidup di Paris Barangkali kalau ia mengunjungi Indonesia ia akan keheran-heranan melihat jamu-jamu dan pengobatan tradisional yang masih dipraktekkan orang (penterjemah).

Footnote

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 November 2014 in ACEDA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: