RSS

Kisah leluhurnya Yesus dari cerita Alkitab/Bible

29 Jan

Abraham (Nabi Ibrahim) :

”(Kawin dengan adik kandungnya yang sebapa lain ibu (Incest), padahal  Abraham adalah salah satu leluhurnya Yesus yang kemudian memperanakan Ishak)”.
Kejadian 20 : 11 – 12:
“Lalu Abraham berkata : “Aku berpikir : Takut akan Allah tidak ada di tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena isteriku. Lagipula ia (Sara) benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku”.
(Maksud ayat ini Istrinya yaitu Sara adalah adiknya sendiri satu bapa namun beda ibu).

Padahal Alkitab sendiri melarang keras perkawinan sekandung.
“Bila seorang laki-laki mengambil saudaraya perempuan, anak ayahnya atau anak ibunya, dan mereka bersetubuh, maka itu suatu perbuatan sumbang dan mereka harus dilenyapkan di depan orang-orang sebangsanya, orang itu telah menyingkapkan aurat saudaranya” (Imamat 20 : 17).

Nabi Yakob (Israel) mengawini 2 perempuan adik-kakak sekaligus.

Kejadian 29: 26 : Jawab Laban:  “Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu dari pada kakaknya”.
Kejadian 29: 27 : “Genapilah dahulu tujuh hari perkawinanmu dengan anakku ini; kemudian anakku yang lainpun akan diberikan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula padaku tujuh tahun lagi”.
Kejadian 29: 28 :  ”Maka Yakub berbuat demikian; ia menggenapi ketujuh hari perkawinannya dengan Lea, kemudian Laban memberikan kepadanya Rahel, anaknya itu, menjadi isterinya.

Nabi Yakob Tukang Tipu.

Kejadian  27: 35  : Jawab ayahnya (Ishak):  “Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas berkat yang untukmu itu.” 

Kejadian 27: 36  :  Kata Esau: “Bukankah tepat namanya Yakub, karena ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula berkat yang untukku.” Lalu katanya: “Apakah bapa tidak mempunyai berkat lain bagiku?”

Nabi Yakob berkelahi dengan Allah dan Menang.

(Allah dapat dikalahkan oleh manusia).
Kejadian 32: 24 : “Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing”.

Kejadian 32: 25 : “Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu”.

Kejadian 32: 26 : Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”

Kejadian 32: 27 : Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.”

Kejadian 32: 28 : Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah BERGUMUL melawan Allah dan manusia, dan ENGKAU MENANG.”

Kejadian 32: 29 : Bertanyalah Yakub: “Katakanlah juga namamu. “Tetapi sahutnya: “Mengapa engkau menanyakan namaku?” Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.  

Ruben, anak tertua Nabi Yakub, berzinah dengan gundik ayahnya.

Kejadian 35: 22 : “Ketika Israel (Yakub) diam di negeri ini, terjadilah bahwa Ruben sampai tidur dengan Bilha, gundik ayahnya, dan kedengaranlah hal itu kepada Israel”.

Yesus yang mereka anggap sebagai anak tuhan ternyata memiliki cacat dalam nasabnya. Jika kita teliti nasab Yesus yang termaktub dalam Al-Kitab, Yesus merupakan keturunan Peres. Terlepas dari kontroversi yang begitu banyak dalam penyebutan nasab versi Matius maupun Lukas, di dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa Peres adalah hasil perzinahan antara Yahuda dan Tamar.

Al Kitab menceritakan dengan jelas mengenai Skandal yang dilakukan oleh leluhur Yesus. Di dalam kitab Kejadian 38: 1-30 disebutkan :

(1) Pada waktu itu Yehuda meninggalkan saudara-saudaranya dan menumpang pada seorang Adulam, yang namanya Hira.(2) Di situ Yehuda melihat anak perempuan seorang Kanaan; nama orang itu ialah Syua. Lalu Yehuda kawin dengan perempuan itu dan menghampirinya. (3) Perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamai anak itu Er. (4) Sesudah itu perempuan itu mengandung lagi, lalu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamai anak itu Onan. (5) Kemudian perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki sekali lagi, dan menamai anak itu Syela. Yehuda sedang berada di Kezib, ketika anak itu dilahirkan. (6) Sesudah itu Yehuda mengambil bagi Er, anak sulungnya, seorang isteri, yang bernama Tamar.(7) Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah jahat di mata tuhan, maka tuhan membunuh dia. (8) Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: “Hampirilah isteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu.” (9) Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya. (10) Tetapi yang dilakukannya itu adalah jahat di mata tuhan, maka tuhan membunuh dia juga. (11) Lalu berkatalah Yehuda kepada Tamar, menantunya itu: “Tinggallah sebagai janda di rumah ayahmu, sampai anakku Syela itu besar,” sebab pikirnya: “Jangan-jangan ia mati seperti kedua kakaknya itu.” Maka pergilah Tamar dan tinggal di rumah ayahnya.(12) Setelah beberapa lama matilah anak Syua, isteri Yehuda. Habis berkabung pergilah Yehuda ke Timna, kepada orang-orang yang menggunting bulu domba-dombanya, bersama dengan Hira, sahabatnya, orang Adulam itu. (13) Ketika dikabarkan kepada Tamar: “Bapa mertuamu sedang di jalan ke Timna untuk menggunting bulu domba-dombanya,” (14) maka ditanggalkannyalah pakaian kejandaannya, ia bertelekung dan berselubung, lalu pergi duduk di pintu masuk ke Enaim yang di jalan ke Timna, karena dilihatnya, bahwa Syela telah menjadi besar, dan dia tidak diberikan juga kepada Syela itu untuk menjadi isterinya. (15) Ketika Yehuda melihat dia, disangkanyalah dia seorang perempuan sundal, karena ia menutupi mukanya. (16) Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: “Marilah, aku mau menghampiri engkau,” sebab ia tidak tahu, bahwa perempuan itu menantunya. Tanya perempuan itu: “Apakah yang akan kauberikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku?” (17) Jawabnya: “Aku akan mengirimkan kepadamu seekor anak kambing dari kambing dombaku. “Kata perempuan itu: “Asal engkau memberikan tanggungannya, sampai engkau mengirimkannya kepadaku.” (18) Tanyanya: “Apakah tanggungan yang harus kuberikan kepadamu?” Jawab perempuan itu: “Cap meteraimu serta kalungmu dan tongkat yang ada di tanganmu itu.” Lalu diberikannyalah semuanya itu kepadanyamaka ia menghampirinya. Perempuan itu mengandung dari padanya. (19) Bangunlah perempuan itu, lalu pergi, ditanggalkannya telekungnya dan dikenakannya pula pakaian kejandaannya. (20) Adapun Yehuda, ia mengirimkan anak kambing itu dengan perantaraan sahabatnya, orang Adulam itu, untuk mengambil kembali tanggungannya dari tangan perempuan itu, tetapi perempuan itu tidak dijumpainya lagi. (21) Ia bertanya-tanya di tempat tinggal perempuan itu: “Di manakah perempuan jalang, yang duduk tadinya di pinggir jalan di Enaim itu?” Jawab mereka: “Tidak ada di sini perempuan jalang.” (22) Kembalilah ia kepada Yehuda dan berkata: “Tidak ada kujumpai dia; dan juga orang-orang di tempat itu berkata: Tidak ada perempuan jalang di sini.” (23) Lalu berkatalah Yehuda: “Biarlah barang-barang itu dipegangnya, supaya kita jangan menjadi buah olok-olok orang; sungguhlah anak kambing itu telah kukirimkan, tetapi engkau tidak menjumpai perempuan itu.” (24) Sesudah kira-kira tiga bulan dikabarkanlah kepada YehudaTamar, menantumu, bersundal, bahkan telah mengandung dari persundalannya itu. “Lalu kata Yehuda“Bawalah perempuan itu, supaya dibakar.” (25) Waktu dibawa, perempuan itu menyuruh orang kepada mertuanya mengatakan: “Dari laki-laki yang empunya barang-barang inilah aku mengandung.” Juga dikatakannya: “Periksalah, siapa yang empunya cap meterai serta kalung dan tongkat ini?” (26) Yehuda memeriksa barang-barang itu, lalu berkata: “Bukan aku, tetapi perempuan itulah yang benar, karena memang aku tidak memberikan dia kepada Syela, anakku.”Dan ia tidak bersetubuh lagi dengan perempuan itu. (27) Pada waktu perempuan itu hendak bersalin, nyatalah ada anak kembar dalam kandungannya. (28) Dan ketika ia bersalin, seorang dari anak itu mengeluarkan tangannya, lalu dipegang oleh bidan, diikatnya dengan benang kirmizi serta berkata: “Inilah yang lebih dahulu keluar.” (29) Ketika anak itu menarik tangannya kembali, keluarlah saudaranya laki-laki, dan bidan itu berkata: “Alangkah kuatnya engkau menembus ke luar, “maka anak itu dinamai Peres. (30) Sesudah itu keluarlah saudaranya laki-laki yang tangannya telah berikat benang kirmizi itu, lalu kepadanya diberi nama Zerah.

Perthatikanlah apa yang mereka sebut sebagai firman tuhan diatas, disamping menjelaskan kecacatan nasab Yesus, juga ada beberapa poin yang penuh kejanggalan dan perlu kita telaah lebih mendalam.

  1. Di katakan di sana bahwa Peres merupakan hasil perzinaan antara Yehuda dan menantunya yang bernama Tamar. Padahal sebagaimana kita ketahui dari silsilah yang ada dalam kitab Markus dan Lukas disebutkan secara jelas bahwa Peres adalah leluhur dari Yesus. Ini berarti bahwa Yesus adalah keturunan seorang pezina, alangkah hinanya sosok tuhan yang dilahirkan melalui pezina.
  2. Perhatikan ayat 10 di atas, Er dianggap jahat oleh tuhan tanpa disebutkan kesalahannya, dan Onan dianggap jahat hanya karena membuang maninya ketika bersetubuh dengan istri bekas abangnya yang bernama Tamar. Sehingga akhirnya tuhan mematikan keduanya. Akan tetapi bukankah perbuatan Yahuda dan Tamar jelas-jelas lebih salah karena mereka melakukan perzinaan tanpa hubungan yang sah? Anehnya , perbutan zina itu tidak membuat tuhan marah, bahkan mereka dimuliakan karena dijadikan sebagai leluhur Yesus. (Hingga saat ini Istilah Onani melegenda di dunia yang diambil dari kisah leluhur Yesus sendiri yakni Onan/Cuku Nabi Yakub/Israil dari anaknya yang bernama Yehuda  yang selanjutnya nama Yehuda menjadi keturunan silsilah Yesus sebagai Tuhan [Matius 1: 2-3] )
  3. Tersebut juga di atas bahwa Yehuda bermaksud untuk membakar Tamar ketika mendengar dia berzina, akan tetapi anehnya dia tidak menghukum dirinya sendiri yang juga telah melakukan zinah, bahkan setelah ia mengetahui bahwa dirinyalah yang menzinahi Tamar justru ia membenarkan perbuatan Tamar dan berkata,Bukan aku, tetapi perempuan itulah yang benar, karena memang aku tidak memberikan dia kepada Syela, anakku”. Apakah mungkin hukum Tuhan yang absolute bisa berubah tergantung pelakunya?.

Perhatikan bahasa yang digunakan dalam al-kitab di atas,

Kejadian 38: (15) Ketika Yehuda melihat dia, disangkanyalah dia seorang perempuan sundal, karena ia menutupi mukanya.

Kejadian 38: (21) “Di manakah perempuan jalang, yang duduk tadinya di pinggir jalan di Enaim itu?” Jawab mereka: “Tidak ada di sini perempuan jalang.”

Kejadian 38: (24) Sesudah kira-kira tiga bulan dikabarkanlah kepada Yehuda: “Tamar, menantumu, bersundal, bahkan telah mengandung dari persundalannya itu.” Lalu kata Yehuda: “Bawalah perempuan itu, supaya dibakar.”

Perhatikan dengan seksama redaksi Al-kitab di atas, apakah kata-kata semacam itu layak untuk tercantum di dalam kitab suci yang dibaca oleh berbagai kalangan termasuk anak-anak yang masih di bawah umur? Dan mungkinkah firman Tuhan menggunakan bahasa yang sehina itu?

Kitab suci seharusnya memiliki hikmah dalam setiap ayatnya, lalu apakah hikmah yang bisa kita dapatkan dari ayat-ayat di atas?. Tidak diragukan lagi bahwa ayat-ayat di atas sangat vulgar dan justru bisa menimbulkan efek negatif bagi orang-orang yang mempelajari Al-Kitab karena meskipun tidak diungkapkan secara langsung namun ayat-ayat di atas merupakan suatu bentuk pelegelan terhadap perzinaan. Bagaimana tidak, leluhur Yesus yang begitu mereka muliakan justru merupakan tokoh yang memberi contoh yang samasekali tidak pantas untuk ditiru. Ironisnya, hal itu justru diabadikan di dalam kitab suci yang merupakan petunjuk bagi umatnya.

Lantas masih layakkah kitab semacam itu kita anggap sebagai kitab suci yang merupakan firman-firman Tuhan???

Daud sebagaimana tertulis di dalam Kitab Perjanjian Baru, Daud merupakan bapa leluhur Yesus dalam silsilah keturunan Yesus, seperti yang dijelaskan dalam Injil Matius 1 : 1 – 16, dan diperjelas lagi pada:
Injil Lukas 1: 32 “Ia akan menjadi agung dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Tuhan Allah akan menjadikan Dia raja seperti Raja Daud, nenek moyang-Nya”.

Coba simak bagaimana akhlak nabi Daud di dalam Alkitab sebagai berikut :

Nabi Daud bertelanjang bulat di depan budak-budak perempuan para hambanya.

2 Samuel : 6:20 Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: “Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!”

Anak Nabi Daud, Amnon, memperkosa adiknya sendiri. 

2 Samuel : 13:11. Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: “Marilah tidur dengan aku, adikku.”
2 Samuel : 13:12. Tetapi gadis itu berkata kepadanya: “Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu.
2 Samuel : 13:13. Dan aku, kemanakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu.”
2 Samuel : 13:14. Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia.

Anak Daud, Absalom, berzinah dengan istri-istri ayahnya.

2 Samuel : 16:21. Lalu jawab Ahitofel kepada Absalom: “Hampirilah gundik-gundik ayahmu yang ditinggalkannya untuk menunggui istana. Apabila seluruh Israel mendengar, bahwa engkau telah membuat dirimu dibenci oleh ayahmu, maka segala orang yang menyertai engkau, akan dikuatkan hatinya.”
2 Samuel : 16:22. Maka dibentangkanlah kemah bagi Absalom di atas sotoh, lalu Absalom menghampiri gundik-gundik ayahnya di depan mata seluruh Israel.

Tuhan akan membalas dendam kepada Nabi Daud dengan menyuruh orang lain meniduri istri-istrinya secara terang-terangan di depan seluruh orang Israel.

2 Samuel : 12:11 Beginilah Firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu (Daud) yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil istri-istrimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan istri-istrimu di siang hari.
2 Samuel : 12:12 Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi (dengan Batsyeba), tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.”

Daud menghamili wanita bersuami.

2 Samuel 11 : 2 – 5 :

Ayat 2. Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi, perempuan itu sangat elok rupanya.

Ayat 3. Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata : “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu.

Ayat 4. Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia, perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya.

Ayat 5. Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian : “Aku mengandung.”

Sulit dibayangkan betapa bejatnya akhlak Raja Daud yang dilukiskan dalam Alkitab. Setelah istri bawahannya dia hamili, berpikir pula untuk bagaimana cara agar suami dari wanita yang dia hamili itu mati. Lalu dengan liciknya, dia adakan skenario pembunuhan berencana sebagai berikut:

Daud mengadakan pembunuhan berencana, diceritakan masih dalam kitab 2 Samuel:

Ayat 14. Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria.

Ayat 15. Ditulisnya dalam surat itu, demikian :

Ayat 16. Pada waktu “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya supaya ia terbunuh mati.”

“Yoab mengepung kota Raba, ia menyuruh Uria pergi ke tempat yang diketahuinya ada lawan yang gagah  perkasa.

Ayat 17. Ketika orang-orang kota itu keluar menyerang dan berperang melawan Yoab, maka gugurlah beberapa orang dari tentara, dari anak buah Daud, juga Uria, orang Het itu, mati.”

Sungguh luar biasa kebejatan Raja Daud yang dikisahkan dalam Alkitab tersebut, sudah istri bawahannya dihamili, diadakan lagi pembunuhan berencana terhadap suami wanita yang dihamili  tersebut, anehnya yang membawa surat rencana pembunuhan tersebut, yaitu Uria suami wanita yang dihamilinya sendiri. Mungkin kalau suaminya tahu isi surat itu, barangkali tidak disampaikannya.

Skenario Daud yang mengatur pembunuhan berencana tersebut benar-benar berhasil, yaitu setelah orang-orang kota mengepung dan menyerang pasukan anak buah Daud, Yoab menyuruh Uria (suami Batyseba, wanita yang Daud hamili) maju ke medan perang yang dia ketahui banyak lawan yang gagah perkasa sebagaimana yang diperintahkan Daud  dalam suratnya kepada Yoab.

Rencana Daud berhasil! Uria, suami wanita yang Daud hamili itu gugur dalam pertempuran yang dahsyat tersebut. Maka jadilah Batsyeba (istri Uria) yang telah mengandung bibit Daud  akhirnya menjadi istrinya.

Tak lama setelah peristiwa itu, maka lahirlah seorang anak laki-laki yang Ia beri nama Salomo.

Berarti Salomo (Nabi Sulaiman)  adalah hasil anak haram dari selingkuhan atau perzinahan antara Daud dan Batsyeba (istri Uria) anak buah Daud sendiri.  Benar-benar tak habis pikir yang katanya semuanya merupakan firman Tuhan, bingung rasanya… masak Tuhan menceritakan cabul yang keterlaluan.

Salomo/Sulaiman Mempunyai 700 Istri dan 300 Gundik :

“Ia (Salomo) mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik, istri-istrinya itu menarik hatinya dari pada Tuhan.” (I Raja-raja 11 : 3)

Ayat Alkitab (Bible) tersebut menceritakan bahwa Nabi Salomo (Sulaiman) punya 700 (tujuh ratus) istri dan 300 (tiga ratus) gundik. Berarti Nabi Salomo punya 1000 (seribu) orang. Sulit dibayangkan bagaimana seorang suami menggilir istri-istrinya yang begitu banyaknya. Jika setiap malam Salomo harus menggilir satu orang istri, berarti untuk kembali menggilir  istri yang pertama digilirnya, membutuhkan 1000 hari (sekitar 3 tahun). Yang tak kalah menarik lagi, dikatakan dalam ayat tersebut bahwa  nabi Salomo lebih tertarik hatinya pada istri-istrinya daripada kepada Tuhan. sementara Salomo sendiri adalah anak haram yakni hasil dari hubungan gelap atau perselingkungan Daud dengan Batsyeba, istri anak buahnya sendiri yang bernama Uria. Sungguh sulit diyakini apa yang dinamakan datang dari firman Tuhan, masak tuhan mencontohkan manusia pilihannya dengan cara yang beginian yang nantinya hasil dari bibit benih cucu dan cicitnya  menurunkan Yesus manusia pilihan yang dianggap tuhan.
Sekarang tambah lagi satu cerita menggemparkan yang berasal dari seorang ahli Teolog  kalangan Kristen sendiri bernama Dr. Barbara Thiering  dengan bukunya: “Jesus the Man: New Interpretation from the Dead Sea Scrollsyang menggali naskah-naskah kuno dari kitab-kitab injil yang ditemukan dengan penelitian lebih dari 20 tahun yang akhirnya menyimpulkan bahwa Yesus kawin dan mempunyai 2 istri bernama Maria Magdalena dan Lidya, walaupun demikian dari pandangan Islam sah-sah saja apa lagi kawin merupakan fitrah  sebagai manusia yang jelas-jelas sesuai firmanNya.
Jadi lengkaplah penodaan dan penderitaan Yesus dan masih terus berlanjut sampai kiamat.

Terkadang banyak kalangan Kristen mengatakan kok orang-orang Islam selalu ikut campur tentang Yesus atau Iesus bahasa Aramnya dan Yeshua bahasa Ibraninya,  apakah mereka tidak tahu bahwa sesungguhnya Yesus/Isa as merupakan Nabi dan Rasul Islam yang wajib di imani (masuk dalam rukun Iman) dan harap dicatat apabila umat Islam tidak mengaku kenabian dan kerasulan Yesus maka tidaklah sah Islam sebagai agamanya dan dimasukkan dalam golongan orang-orang kafir, sangking  cintanya Islam kepada Yesus sampai-sampai penyebutan namanya saja sebanyak 25 kali jauh dari penyebutan Muhammad yang hanya 5 kali, jadi 125% lebih banyak Al-Qur’an menyebutkan Yesus/Isa, dan demi penghormatan terhadap bundanya Maria, Al-Qur’an rela Maria/Maryam menjadi salah satu nama surah dalam Al-Qur’an, ini tidak lain sebagai penghargaan yang sangat tinggi terhadap bunda Yesus yang akhirnya Haditspun keluar menyabdakannya :

Wanita yg paling baik (pada masa lalu) adalah Maryam binti Imran & wanita yg paling baik (sesudah masa itu) adalah Khadijah binti Khuwailid. ‘ Abu Kuraib berkata; Waki’ meriwayatkan hadits ini sambil memberi isyarat ke langit & ke bumi. [HR. Muslim No.4458]

Jadi kesimpulannya wajar saja Islam membela Yesus dari  fitnahan dan kekejian yang terus menerus menderanya hingga kinipun masih terus terjadi.  Jadi kalau ada yang beranggapan bahwa Islam menyudutkan, memprofokasi, menjelek-jelekkan, dan apapun namanya yang ditujukan terhadap Yesus adalah kesalahan besar!!!. Islam membersihkan dan membelanya dari fitnahan apalagi dari keyakinan orang Yahudi sendiri yang menyatakan bahwa “Yesus anak haram jadah karena lahir dari hasil hubungan  zinah dari seorang yang bernama Yusuf yang profesinya tukang kayu yang dalam Alkitab/Bible sendiri dianggap sebagai ayah tiri Yesus”. Yang anehnya ayat-ayat yang diyakini oleh keyakinan Yahudi ini kok enggak dimasukkan didalam Alkitab/Bible yang mungkin juga merupakan ayat yang tertinggal, atau karena dianggap Yesus Tuhanlah maka ayat tersebut  tidak dikutip, takut enggak masuk surga nantinya karena yang mempunyai kerajaan surga hanya ada pada Yesus.

Yang jelas Islam mengimani Yesus sebagai utusan tuhan saja bukan menuhankan yakni sesuai perkataan Yesus sendiri: “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya  Allah yang benar, dan mengenal  Yesus Kristus yang telah engkau utus” (Yohanes 17:3). Yesus mengaku dengan jujur dengan bahasa yang jelas bahwa satu-satunya tuhan yang benar adalah Allah, dan dia hanya seorang utusan Tuhan. Ini berarti Yesus mengajarkan dua kalimat syahadat (syahadatin), yang jika di bahasa arabkan menjadi: “Asyhadu Anla Ilaaha Illallahu, Wa asyhadu Anna Isa Rasulullah”. Nah sepeninggal Yesus, nabi Muhammad saw juga mengajarkan dua kalimat syahadat (syahadatin) yaitu : “Asyhadu Anla Ilaaha Illallahu, Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.” Ini merupakan suatu bukti bahwa umat Islamlah yang meneruskan ajaran Yesus tersebut, dan bahkan sampai matipun orang Islam mengikuti gaya Yesus yakni  dibungkus pakai kain kafan putih yang bersih seperti yang disebut dalam Injil  Markus 15:46 :
“Yusuf pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia didalam kubur yang digali didalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu”.

Matius 27:59 :
“Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih”,

Tidak bisa kita pungkiri bahwa salah satu kelebihan yang ALLAH SWT berikan kepada hamba-Nya adalah kemuliaan nasab. Kesucian nasab merupakan anugerah yang patut untuk dibanggakan. Rasulullah SAW bersabda,

وأخرج ابن عساكر عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم « ما ولدتني بغي قط مذ خرجت من صلب آدم ، ولم تزل تتنازعني الأمم كابراً عن كابر حتى خرجت من أفضل حيين من العرب هاشم وزهرة << .

Ibn ‘asyakir mengeluarkan Hadits dari Abu Hurairah Ra., Abu Hurairah berkata:

Rasulullah SAW bersabda : “Aku sama sekali tidak dilahirkan oleh seorang dzolim, semenjak aku keluar dari Sulbi Adam As, dan aku selalu berpindah dari umat-umat, seorang pembesar dari pembesar lainnya, sampai aku keluar dari dua kaum yang paling utama di arab yaitu Hasyim dan Zuhroh”.)

Dalam Islam, ALLAH SWT selalu memilih Nabi dan Rasul dari keluarga paling mulia, bahkan mempunyai rentetan nasab yang paling mulia dan terpandang di kaumnya, tak terkecuali Nabi Isa AS sendiri (yang disebut oleh oleh Kristen sebagai Yesus kristus).
Ini merupakan suatu bukti bahwa  umat Islamlah yang meneruskan ajaran Yesus tersebut.

Banyak lagi ayat-ayat yang aneh dan lucu.

Nabi Yesaya berjalan telanjang bulat tidak berkasut/beralas selama tiga tahun dan juga para tawanan raja Asyur sampai kelihatan pantat.

Yesaya 20:2 :
Pada waktu itu berfirmanlah TUHAN melalui Yesaya bin Amos. Firman-Nya: “Pergilah dan bukalah kain kabung dari pinggangmu dan tanggalkanlah kasut dari kakimu,” lalu iapun berbuat demikian, maka berjalanlah ia telanjang dan tidak berkasut.

Yesaya  20:3 :
Berfirmanlah TUHAN: “Seperti hamba-Ku Yesaya berjalan telanjang dan tidak berkasut tiga tahun lamanya sebagai tanda dan alamat terhadap Mesir dan terhadap Etiopia.

Yesaya  20:4 : demikianlah raja Asyur akan menggiring orang Mesir sebagai tawanan dan orang Etiopia sebagai buangan, tua dan muda, telanjang dan tidak berkasut dengan pantatnya kelihatan, suatu penghinaan bagi Mesir.

Nabi dan Imam, keduanya fasik dan jahat.

Yeremi  23:11 “Sungguh, baik nabi maupun imam berlaku fasik; di rumah-Kupun juga Aku mendapati kejahatan mereka, demikianlah firman TUHAN.
Yeremi  23:12 Sebab itu jalan mereka akan seperti jalan-jalan yang licin bagi mereka; di dalam gelap mereka akan tersandung dan akan jatuh di sana; sebab Aku akan mendatangkan malapetaka atas mereka dalam tahun waktu mereka dihukum, demikianlah firman TUHAN.

Segala nabi Samaria penyesat umat.

Yeremi  23:13 “Dikalangan para nabi Samaria Aku melihat ada yang kurang pantas: mereka bernubuat demi Baal dan menyesatkan umat-Ku Israel“.

Segala nabi Yerusalem berbuat zinah.

Yeremi  23:14 Tetapi dikalangan para nabi Yerusalem Aku melihat ada yang mengerikan: mereka berzinah dan berkelakuan tidak jujur; mereka menguatkan hati orang-orang yang berbuat jahat, sehingga tidak ada seorangpun yang bertobat dari kejahatannya; semuanya mereka telah menjadi seperti Sodom bagi-Ku dan penduduknya seperti Gomora.”
Yeremi 23:15 Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam mengenai para nabi itu: “Sesungguhnya, Aku akan memberi mereka makan ipuh dan minum racun, sebab dari para nabi Yerusalem telah meluas kefasikan ke seluruh negeri.”

Nabi-nabi berbuat dusta. 

Yeremi  23:30 : Sebab itu, sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan para nabi, demikianlah firman TUHAN, yang mencuri firman-Ku masing-masing dari temannya.
Yeremi 23:31 : Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan para nabi, demikianlah firman TUHAN, yang memakai lidahnya sewenang-wenang untuk mengutarakan firman ilahi.
Yeremi  23:32 : Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan mereka yang menubuatkan mimpi-mimpi dusta, demikianlah firman TUHAN, dan yang menceritakannya serta menyesatkan umat-Ku dengan dustanya dan dengan bualnya. Aku ini tidak pernah mengutus mereka dan tidak pernah memerintahkan mereka. Mereka sama sekali tiada berguna untuk bangsa ini, demikianlah firman TUHAN. (Enggak habis pikir…. kok Tuhan bisa salah pilih utusanNya sehingga akhirnya menjadi lawan-lawanNya, kemahakuasaan Tuhan dimana???.)

Segala nabi Israel bebal dan seperti anjing hutan.

Yehezkiel 13:3 : “Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah nabi-nabi yang bebal yang mengikuti bisikan hatinya sendiri dan yang tidak melihat sesuatu penglihatan”.
Yehezkiel 13:4 : “Seperti anjing hutan di tengah-tengah reruntuhan, begitulah nabi-nabimu, hai Israel!”.

Orang yang tergantung pada kayu salib pastilah orang terkutuk
Ulangan 21:22 : “Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kaugantung dia pada sebuah tiang”,

Ulangan 21:23 : “Maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.”

Lucunya dimana?, orang yang tergantung pada kayu salib yang diduga bernama Yesus, benar-benar dipuja dan dianggap Tuhan oleh orang Kristen, padahal ia adalah orang terkutuk menurut Kitab Ulangan (katanya sih firman Tuhan).

Penyimpangan Kristen ini tidaklah terlalu mengherankan, karena berdasarkan doktrin dari sang pendiri Kristen, yang mengangkat dirinya sendiri sebagai rasul Tuhan, Paulus Tarsus, berikut ini.

Galatia 3:13 : Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

Orang yang terkutuk di mata Tuhan, ketika doktrin Paulus Tarsus tersebut ditelan bulat-bulat oleh orang Kristen, bisa menjadi orang yang paling mulia dan bahkan bisa menjadi Tuhan segala. Lucu kan?

Allah Bermain Petak Umpet Bersama Manusia.

Kejadian 3:8 :  “Ketika mereka mendengar bunyi langkah Tuhan Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan istrinya itu terhadap Tuhan Allah di antara pohon-pohonan dalam taman”.

Kejadian 3:9 : “Tetapi Tuhan Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?

Kejadian 3:10 : Ia menjawab, “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”

(Kesimpulannya: Tuhan berpatroli lalu Adam dan Hawa bersembunyi ?) Tuhan terlalu berisik saat melangkah ditaman (kira-kira kakinya ukuran berapa ?) Tuhan tidak punya CCTV….trus teriak “Di manakah engkau ?)
Mungkinkan ini termasuk  SATU PENYEBAB DOSA AWAL, KEMUNGKINAN KARENA PERMAINAN PETAK UMPET SALAH ?.

Anak-anak Allah Mengawini Anak Manusia

Karena di dalam Alkitab, ayat dari 1 Petrus ini dibicarakan bukan hanya di satu …  “Anakanak Allah” melihat anakanak perempuan manusia dan mengambil istri … mengawini mereka dan lebih jauh lagi mereka kemudian mempunyai anak!

Kejadian 6: 1-2
(1) Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,

(2) maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

Ayat-ayat Alkitab tersebut sangat janggal. Tidak masuk akal, tetapi kenyataannya tertulis dalam Alkitab. Jika Allah benar-benar mempunyai anak-anak benaran secara lahiriah, dan anak-anak Allah tersebut kawin-mawin dengan anak-anak perempuan manusia, berarti anak-anak Allah tersebut adalah laki-laki.

Pertanyaannya :

  1. Siapakah nama istri Allah tersebut?
  2. Berapa banyak jumlah anak-anak Allah itu?
  3. Siapa saja besan Allah tersebut?
  4. Bagaimana cara Allah menggauli istri-Nya?
  5. Ada berapa banyak jumlah istri-istri Allah?
  6. Siapakah saja nama anak-anak Allah tersebut ?
  7. Bagaimana cara Allah menikahi wanita yang menjadi istri-Nya itu ?
  8. Apakah saat ini masih ada keturunan dari anak-anak Allah tersebut ?

Jika benar anak-anak Allah laki-laki kawin dengan anak-anak perempuan manusia, berarti ada manusia yang punya besan dengan Allah. Atau sama saja Allah berbesanan dengan manusia bukan?

Allah berbentuk sebagai manusia, makan minum dst-nya, dikisahkan dalam:
Kejadian 18:1-33  Allah singgah di kemah Ibrahim, makan-makan dan minum-minum, serta sempat pula berdialog dan bercanda gurau dengan Ibrahim.

Allah kadang-kadang tidak bijaksana: terbaca dalam:
Kejadian 6:6:  “maka bersesallah Allah sebab telah diciptakannya manusia ini, maka Ia itu mendukacitakan hatiNya”.  Dengan kata lain, karena kurang bijaksana-Nya,   maka Allah akhirnya menyesali  apa yang telah diperbuatnya.

Nabi Lot (luth) menghamili kedua anak gadisnya sendiri.

Kejadian 19 : 30 – 36 :
“Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu goa beserta kedua anaknya.”

“Kata kakaknya kepada adiknya : “Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi. Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dua, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.”

Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya, dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.”

“Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya : ”Tadi malam aku telah tidur dengan ayah, baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur, masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.”

Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya, dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.”

Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.”

Masih dengan konteks Nabi Lot yang rela dua anak gadisnya diperlakukan seenaknya :

Kejadian 19 : 6 – 8 :
“Lalu keluarlah Lot menemui mereka, ke depan pintu, tetapi pintu ditutupnya di belakangnya, dan ia berkata : “Saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat. Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa keluar kepadamu, perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik, hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku.”

Sungguh tragis sekali apa yang Nabi Lot lakukan terhadap kedua anak gadisnya. Hanya karena ingin membela tamunya, dan karena dia takut ancaman orang-orang di sekitarnya, dia rela kedua anak gadisnya diperlakukan semaunya oleh mereka. Padahal mestinya seorang ayah harus melindungi dan mejaga kehormatan anak gadisnya, tapi anehnya justru Nabi Lot tidak melakukannya.

Seorang ayah yang paling kejam di dunia saja tidak akan pernah rela menyerahkan anak gadisnya begitu saja untuk diperlakukan seenaknya oleh segerombolan laki-laki, apalagi oleh seorang nabi seperti Nabi Lot.

Karena takutnya maka Nabi Ibrahim menyerahkan atau membiarkan Sarah, isterinya dibawa oleh raja Gerar dengan maksud untuk dizinahi (Kejadian 20: 11 – 12).

(Kidung Agung 5:3) :
Demi melihat akan kekasihnya, maka berkatalah Soleman: Aku ini sudah menanggalkan pakaianku mana boleh aku memakainya pula, dan aku ini sudah membasuhkan kakiku, mana boleh aku mencemarkannya pula.

(Kidung Agung: 7-8) :
7) Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dadamu gugusannya.
8) Kataku: “Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel.

(Yehezkiel: 23:3) :
Mereka bersundal di Mesir, mereka bersundal pada masa mudanya; di sana susunya dijamah-jamah dan dada keperawanannya dipegang-pegang.

(Yehezkiel 23: 8) :Ia tidak meninggalkan persundalannya yang dilakukannya sejak dari Mesir, sebab pada masa mudanya orang sudah menidurinya, dan mereka memegang-megang dada keperawanannya dan mencurahkan persundalan mereka kepadanya.

(Yehezkiel 23: 19-21) :
19) Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir.
20) Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda.
21) Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu.

Yehezkiel 4:12-15
12).
Makanlah roti itu seperti roti jelai yang bundar dan engkau harus membakarnya diatas kotoran manusia yang sudah kering di hadapan mereka.
13).  Selanjutnya Tuhan berfirman: “Aku akan membuang orang Israel ke tengah-tengah bangsa-bangsa dan demikianlah mereka akan memakan rotinya najis di sana.”
14).  Maka kujawab: “Aduh,Tuhan Allah, sesungguhnya, aku tak pernah dinajiskan dan dari masa mudaku sampai sekarang tak pernah kumakan bangkai atau sisa mangsa binatang buas; daging yang sudah basi.”
15). Lalu firman-Nya kepadaku: “Lihat, kalau begitu Aku mengizinkan engkau memakai kotoran lembu ganti kotoran manusia dan bakarlah rotimu di atasnya.”

Yehezkiel pasal 16 ayat 7-8 :
7)
Engkau menjadi besar dan sudah cukup umur, bahkan sudah sampai pada masa mudamu. Maka buah dadamu sudah montok, rambutmu sudah tumbuh, tetapi engkau dalam keadaan telanjang bugil.

8) Maka Aku lari dari situ dan Aku melihat engkau, sungguh, engkau sudah sampai pada masa cinta birahi. Aku menghamparkan kain-Ku kepadamu dan menutupi auratmu. Dengan sumpah Aku mengadakan perjanjian dengan engkau, demikianlah firman Tuhan Allah, dan dengan itu engkau Aku punya.

Yehezkiel pasal 16 ayat 25-26 :
25)
Pada setiap persimpangan jalan yang engkau membangun bukti pengorbanan dan menjual kecantikanmu menjadi kekejian dengan merenggangkan kedua pahamu bagi setiap orang yang lewat, sehingga persundalanmu bertambah-tambah.
26) Engkau bersundal dengan orang Mesir, tetanggamu, si aurat besar itu, sehingga persundalanmu bertambah-tambah, yang menimbulkan sakit hati-Ku.

Yehezkiel 16:32-37 :
32)
Hai isteri yang berzinah, yang memeluk orang-orang lain ganti suaminya sendiri.
33) Kepada semua perempuan sundal yang memberi upah, tetapi engkau sebaliknya, engkau yang memberi hadiah umpan kepada semua yang mencintai engkau sebagai bujukan, supaya mereka dari sekitarmu datang kepadamu untuk bersundal.
34) Maka dalam persundalanmu engkau adalah kebalikan dari perempuan-perempuan yang lain; bukan orang yang mengejar engkau tidak diberi apa-apa; itulah kebalikannya padamu.
35) Oleh karena itu, hai perempuan sundal, dengarkanlah firman tuhan!
36) Beginilah firman Tuhan Allah: Oleh karena engkau menghamburkan kemesumanmu dan auratmu disingkapkan dalam persundalanmu dengan orang yang mencintai dan dengan berhala-hala yang keji dan oleh karena darah anak-anakmu yang engkau persembahkan kepada mereka,
37) sungguh, oleh karena itu Aku akan mengumpulkan semua kekasihmu, yaitu yang merayu hatimu, baik yang engkau cintai maupun yang engkau benci; Aku akan mengumpulkan mereka dari sekitarmu untuk melawan engkau dan Aku akan menyingkap auratmu dihadapan mereka, sehingga mereka melihat seluruh kemaluanmu.

Benarkah itu firman Allah? Rasanya mustahil! Tapi itulah kenyataannya, Alkitab mengatakan bahwa itu adalah firman Tuhan. Kalau begitu hati-hati para pesundal dan istri-istri yang pernah berzinah, bahwa nanti Tuhan akan menyingkap aurat kalian serta akan memperlihatkan seluruh kemaluan kalian dihadapan orang banyak nanti. Tapi anehnya justru Tuhan di dalam Alkitab malah menyuruh seorang nabi-Nya yang bernama Hosea untuk menikahi seorang wanita pelacur yang suka berzinah untuk menjadi istrinya.

Perhatikan ayat Alkitab Hosea 1: 2-3 berikut ini :
2)
Ketika Tuhan mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: “Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi Tuhan.”
3) Maka pergilan ia dan mengawnini Gomer binti Diblaim, lalu mengandungkah perempuan itu dan melahirkan bayinya seorang laki-laki.

Hosea 4: 14 sebagai berikut :
Aku tidak akan menghukum anak-anak perempuanmu sekalipun berzinah, atau menantu-menantu perempuan, sekalipun mereka bersundal, sebab mereka sendiri mengasingkan diri bersama-sama dengan perempuan-perempuan sundal dan mempersembahkan korban bersama-sama dengan sundal-sunda bakti, dan umat yang tidak berpengertian akan runtuh.

Menurut Alkitab, setiap firman Allah bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, dan juga memperbaiki kelakuan serta mendidik pada kebenaran, sebagaimana diajarkan oleh rasul Paulus dalam 2 Timotius 3:16 sebagai berikut :

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”

Kesimpulannya: bagaimana bisa mengikuti ayat : 2 Timotius 3: 16 diatas, sementara isinya saja mirip buku porno, apa lagi kalau sempat dibaca oleh anak-anak yang dibawah umur. Masak firman tuhan bertentangan dengan ketegasan firman yang lainnya seperti dibawah ini:

1 Tesalonika 5:21 sebagai berikut :
“Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik”
(Prove all things, hold fast that which is good.).

 

===o0o===

 

 

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Januari 2017 in kristologi

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: