RSS

Bukti Ka’bah Bukan Berhala!

01 Feb

(Seandainya Ka’bah Itu Tuhan, Layakkah Kepala Tuhan di Injak-injak?)

atap ka'bah4
Bagian atas Ka’bah (sumber)

atap ka'bahAtap Ka’bah. Sebelah kanan adalah juru kunci Ka’bah, sejak 1.400 tahun,
keluarganya secara turun menurun menjadi juru kunci, seperti diperintahkan Nabi Muhammad saw.
Di sebelah kiri adalah orang yang diundang oleh juru kunci.

sholat di atap ka'bah
Sholat di atap Ka’bah (saat-saat pergantian Kiswah, sumber)
Hal yang lazim dilakukan pada masa Nabi Muhammad atap Ka’bah juga sering di injak-injak sebagai tempat untuk mengumandangkan azan.

Qs. 2 Baqarah 132 :

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub: ”Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka JANGANLAH KAMU MATI KECUALI DALAM KEADAAN ISLAM.”

(Islam adalah kata dari bahasa arab yang bermakna berserah diritunduk patuh, hanya kepada Allah Yang Esa semata), oleh karena itulah Agama Islam menganggap semua Nabi Pasti orang Islam.

Sebelum kita membahas masalah Ka’bah, ada baiknya kita meneropong mempergunakan kacamata yang diambil dari Alkitab/Bible yang merupakan kitab suci umat kristen yang mereka anggap sebagai tuntunan dan pedoman hidupnya.

Kita sadari walaupun kebanyakan isi dari Alkitab telah bercampur dengan tulisan-tulisan manusia (distorsi), namun dengan penuh kehati-hatian masih kita jumpai sedikit serpihan-serpihan ayat yang berasal dari firman Allah walaupun sudah berubah redaksinya dikarenakan asal sumber buku yang diterjemahkan, dan tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kitab aslinya kini memang sudah tidak ada lagi (pen. Perjanjian Lama), begitupun terhadap Kitab Sucinya yang diajarkan oleh Yesus untuk umat Israel yakni kitab Injil, jelasnya semua sudah hancur oleh sekelompok tangan-tangan umat Israel sendiri.  Hal ini dijelaskan oleh Al-Qur’an yang bertujuan sebagai korektor dari kitab-kitab Allah sebelumnya yang memaparkan dengan rinci mengenai kebiasaan buruk Bani Israel (orang-orang Yahudi) terhadap kitab suci mereka, seperti firmanNya:

Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala mereka berkata: “Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia”. Katakanlah: “Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui (nya)?” Katakanlah: “Allah-lah (yang menurunkannya)”, kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Qur’an kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya”  (QS. 6:91).

Apakah kamu masih mengharapkan mereka (Bani Israel) akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar Firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?” (QS. 2:75)   

Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah kalimat (Allah) dari tempat-tempatnya. Mereka berkata : “Kami mendengar”, tetapi kami tidak mau menurutinya. Dan (mereka mengatakan pula) : “Dengarlah” sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan) : “Raa’ina”, dengan memutar-mutar lidahnya dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan : “Kami mendengar dan menurut, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami”, tentulah itu lebih baik bagi mereka dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman kecuali iman yang sangat tipis” (QS. 4:46).

(Tetapi) karena mereka (orang-orang Yahudi) melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah kalimat (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS. 5:13)

Marilah kita baca beberapa serpihan yang tersisa dari tukilan-tukilan ayat Alkitab:

Dalam Alkitab mereka sendiri, jelas tertulis bahwa Shalat itu harus menghadap kiblat, seperti yang tertera pada ayat kitab :

Mazmur 5: 8 :
Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah KE ARAH BAIT-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau”.

Mazmur 138: 2 :
“Aku hendak sujud KE ARAH BAIT-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kau buat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu”.

Perhatikan kata berwarna merah yang digaris bawahi KE ARAH apa maksudnya?. Sayangnya ayat seperti ini sangat kurang di pahami bagi mereka yang mengklaim Alkitab sebagai pedoman dan tuntunan, apalagi untuk dapat memaknai dan melaksanakannya.

Kalaulah dicermati secara seksama maka Alkitab sudah mengajari terlebih dahulu jika beribadah/sembahyang (sholat) harus menghadap ke kiblat (ke arah) dengan cara berlutut dan bersujud menyembah kepada-Nya. Sementara umat Kristiani pada setiap ibadah mereka atau sembahyangnya menghadap kemana saja semaunya.

Ini menunjukkan jelas bahwa umat Islamlah yang mengamalkan ajaran Allah dan Yesus didalam Alkitab, dimana setiap waktu mau sholat harus menghadapkan wajahnya kearah Bait Allah.

Bait Allah = Bethel = Baitullah = Ka’bah

Semua umat Islam dimanapun mereka berada, jika mau mengerjakan shalat wajib maupun shalat sunnah pasti bersujud menghadap kiblat yang merupakan patokan arah.

Matius 26: 39 :
Maka Ia MAJU SEDIKIT, lalu SUJUD dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Markus 14: 35 :
Ia MAJU SEDIKIT, MEREBAHKAN DIRI KE TANAH dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.

Dari dua ayat diatas cukup dapat disimpulkan:

Yesuspun sujud kepada Allah, sebagaimana orang Islam sujud. Tidak ada tatacara ibadah dengan sujud muka ke tanah kecuali umat Islam.

Ajaran yang hilang dari umat terdahulu ini dimurnikan lagi oleh ALLAH dalam Al-Qur’an melalui Rasulullah Muhammad SAW.

Qs.2 Baqarah 43 :
“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah BESERTA orang-orang yang ruku’”.

Dan bagi kaum hawa pun diperintahkan pula untuk shalat berjamaah

Qs.3 Ali Imran 43 :
“Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’lah BERSAMA orang-orang yang ruku“.

Qs.24 Nuur:36-37 :
“Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang”, “laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak pula oleh jual beli dari mengingati Allah, dan mendirikan sembahyang, dan membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang hati dan penglihatan menjadi goncang”.

Perhatikanlah ayat-ayat diatas yang mirip makna dan tujuannya seperti serpihan ayat-ayat yang dikutip dari Alkitab/Bible.

Ketika Yesus masih ada, setiap dia berdoa, selalu berlutut dan bersujud menyembah TuhanNya. Perhatikan bagaimana yesus berdoa sambil berlutut dan bersujud kepada Allah.

Lukas 22: 41-44 :

(41) Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu ia berlutut dan berdoa kata-Nya: (42) “Ya Bapa-Ku , jikalau Engkau mau, ambilah cawan ini daripada-Ku;  tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi, (43) Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya (44) Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

Pejelasan:
Ayat ini memberikan bukti bahwa Yesus itu hanyalah seorang utusan Tuhan. Buktinya Tuhan mengutus malaikat-Nya untuk memberikan kekuatan pada Yesus. Dan ayat ini juga menjelaskan bahwa Yesus bukan Tuhan, sebab dia masih harus berdoa kepada Tuhan. Jika Yesus itu Tuhan tidak perlu lagi tuhan harus berdoa, dan jika Yesus itu Tuhan, mana mungkin Tuhan sangat ketakutan ketika malaikat menampakkan diri kepada Yesus, dan tidak masuk akal sehat Tuhan harus takut sama malaikat bukan?.

Yang kita herankan, umat Kristen atau non-Islam, sering kali memandang Islam dengan mengatakan: “Islam menyembah batu hitam di Ka’bah”,  sering juga memfitnah muslim menyembah kotak hitam Ka’bah itu sendiri dengan alasan umat Islam selalu menghadap Ka’bah dalam melaksanakan shalat 5 waktu dan shalat sunnat. Umat Islam pun dilarang buang air kecil maupun besar dengan menghadap Ka’bah. Hal ini terjadi karena pemahaman mereka yang dangkal dan tidak mengerti, jangankan memahami ritual Islam, untuk memahami serta memaknai kandungan kitab mereka saja yang didukung oleh ayat-ayat Alkitab diatas tersebut sudah tidak mampu kecuali hanya hidayah saja yang dapat merubah kesemuan pemahaman mereka, sesuai yang telah difirmankan Allah pada Al-Qur’an :

Barangsiapa yang Allah kehendaki untuk Allah berikan petunjuk kepadanya, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (menerima agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki kelangit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman” (QS al-An’aam: 125).

Sesungguhnya batu yang memang sudah dipraktekkan dan menjadi ritual oleh para nabi terdahulu merupakan suatu patokan atau kiblat penyatuan arah semata bukan untuk disembah.

Namun kalau kita tilik lebih mendalam, sesungguhnya mereka sendirilah yang mengingkari kitab yang berada ditangan mereka, karena perintah untuk menghadap Kiblat ini telah diperintahkan juga pada Nabi-Nabi terdahulu sebelum datangnya Rasullullah Muhammad SAW baik yang tertuang dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

Bahkan sudah merupakan keharusan setiap Nabi untuk memiliki kiblat, patokan atau tanda yang umumnya  berupa batu untuk melaksanakan ritual mereka.

Coba perhatikan lagi ayatNya:

Yehezkiel 44: 4 : “Lalu dibawanya aku melalui pintu gerbang utara ke depan Bait Suci; aku melihat, sungguh, rumah TUHAN penuh kemuliaan TUHAN, maka aku sujud menyembah”.

Daniel 6: 10 : “Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka KE ARAH YERUSALEM; TIGA KALI SEHARI ia berlutut, BERDOA SERTA MEMUJI ALLAHNYA, seperti yang biasa dilakukannya”.

Jelas bukan? Ternyata banyak juga ayat-ayat yang ada didalam Alkitab/Bible jika beribadah/sembahyang (sholat) harus menghadap ke kiblat dengan cara berlutut dan bersujud menyembah kepada-Nya, dan apakah ayat ini juga bermakna menyembah Bait ALLAH juga ?, tentu tidak!

Setiap umat memiliki kiblatnya masing-masing, setiap umat memiliki arah masing-masing kemana dia menghadap sebagai patokannya. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Al-Qur’an:

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS.2: 148).  .

Kalaulah kita dapat memahami ayat kitab Daniel 6: 10 dan Yehezkiel 44: 4 diatas yaitu ayat dari kitab umat Kristen, jelas disitu tertulis bahwa:

  1. Beribadah itu dengan Sujud, muka ke tanah, mengapa umat Kristen tidak pernah sujud ?
  2. Beribadah itu dengan menghadap ke Kiblat, mengapa umat Kristen tidak pernah menghadap Kiblat ?
  3. Disamping sujud maka ada pula berlutut (duduk diantara dua sujud), mengapa umat Non Islam tidak berlutut ?
  4. Setidaknya dilaksanakan tiga kali sehari, mengapa umat Kristen tidak melakukannya ?, malah hanya satu kali per minggu, itupun menyanyi bukan rukuk dan sujud dan menghadap kiblat (KE ARAH) seperti yang dijelaskan ayat-ayat dari kitab suci mereka sendiri.
  5. Setelah Shalat (Pray=berdoa) lalu dilanjutkan dengan memuji Allah (berdzikir).
    Pertanyaannya: Umat mana yang melaksanakan perintah-perintah yang ada pada serpihan-serpihan ayat yang didapat dari Alkitab ini ?, sudah pasti umat Islam !.

Pantaslah kalau Al-Qur’an sebagai korektor kitab-kitab nabi sebelumnya menyatakannya sesuai dengan firman Allah:

“Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: “Apakah yang memalingkan mereka dari kiblatnya yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?”  Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus”  (QS.2: 142).

Dalam Alkitab Kristenpun jelas tertulis bahwa nabi-nabi terdahulu-pun memiliki bait Allah masing-masing, kalau dihitung banyak sekali ayatnya yang tertera baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru sekalipun.

Dan Yesus pun tidak pernah mencoba menghapus Taurat meski satu titik noda kecil sekalipun, artinya Hukum Taurat & kitab-kitab para Nabi terdahulu masih tetap berlaku:

Matius 5: 17 :
Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya”.

Matius 5: 18 :
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya SELAMA BELUM LENYAP LANGIT DAN BUMI INI, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Matius 5: 19 :
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Lukas 16: 17 :
LEBIH MUDAH LANGIT & BUMI LENYAP dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.

Lalu mengapa mereka malah mencemoohkan sujud menghadap Bait Allah ? bahkan mengatakan kok sholat sampai nunggang-nungging ?

Padahal Yesus pun sholat dengan bersujud muka ke tanah dan Yesus pun berlutut serta merebahkan diri ke tanah persis bagaimana Muslim melaksanakan sholat dengan sujud, berlutut, merebahkan diri ke tanah, sholat berjamaah dan berdzikir setelah sholat.

Dalam Alkitab Kristenpun jelas tertulis bahwa:

Nabi Ibrahim bersujud :

Kejadian 17: 3 :
Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya…..

Nabi Lot bersujud:

Kejadian 19: 1 :
Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah,

Nabi Ezra bersujud:

Ezra 10: 1 :
Sementara Ezra berdoa dan mengaku dosa, sambil menangis dengan bersujud di depan rumah Allah, berhimpunlah kepadanya jemaah orang Israel yang sangat besar jumlahnya, laki-laki, perempuan dan anak-anak. Orang-orang itu menangis keras-keras.

Nabi Yosua bersujud:

Yosua 5: 14 :
Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: ”Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?

Nabi Daud bersujud:

Mazmur 95: 6 :
Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita

Nabi Musa bersujud:

Keluaran 34: 8 :
Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah

Nabi Harun bersujud:

Bilangan 20: 6 :
Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka.

Jadi kesimpulannya adalah: Nabi Ibrahim bersujud, Nabi Daniel bersujud, Nabi Musa bersujud, Nabi Harun bersujud, Nabi Daud bersujud, Nabi Sulaiman bersujud, Nabi Yosua bersujud, Nabi Yehezkiel & para Nabi lain pun bersujud, bahkan Yesus pun bersujud !!!

Lalu mengapa orang Kristen menghina muslim bersujud dengan hinaan nunggang nungging? Mengapa mereka sendiri tidak pernah sujud ? Apa mereka tidak ingin mengikuti jalan para Nabi terdahulu & Yesus sendiri dengan bersujud muka ke tanah? Mengapa mereka menginkari sujud yang dicontohkan para Nabi terdahulu juga yang pernah dilakukan Yesus ?. Entahlah…. Tapi yang jelas Kristen mengikuti ajaran Paulus, bukan nabi-nabi terdahulu apa lagi Yesus, karena sama sekali Yesus tidak pernah membawa agama yang bernama Kristen.

Terlebih lagi, Nabi-nabi terdahulu selalu mendirikan tugu/tanda/patokan sehingga berawal dari sinilah yang kemudian didirikan Rumah Allah/Bait Allah/Betel/Baitullah, yang perlu dipahami bukanlah Allah/Tuhan punya rumah karena teologi Islam masalah tuhan sangat-sangat jauh berbeda, tuhan bukan mahluk seperti teologi Kristen apalagi berbentuk manusia, seandainya tuhan punya rumah berarti tetap saja tuhan itu kecil, wong segede-gedenya tuhan tetap saja lebih gede rumahnya, teologi Islam bukan begini.

Kejadian 31:13 :
Akulah Allah yang di BETEL itu, di mana engkau mengurapi TUGU, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu.”

Kejadian 28: 18 :
Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil BATU yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu MENJADI TUGU dan menuang minyak ke atasnya.

Kejadian 28: 22  :
Dan BATU YANG KUDIRIKAN SEBAGAI TUGU ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu.”

Kejadian 31: 45 :
Kemudian Yakub mengambil SEBUAH BATU DAN DIDIRIKANNYA MENJADI TUGU.

Kejadian 31: 51 :
Selanjutnya kata Laban kepada Yakub: “Inilah TIMBUNAN BATU, dan inilah TUGU yang kudirikan antara aku dan engkau –

Kejadian 31: 52 :
TIMBUNAN BATU dan TUGU inilah menjadi kesaksian, bahwa aku tidak akan melewati timbunan batu ini mendapatkan engkau, dan bahwa engkaupun tidak akan melewati timbunan batu dan tugu ini mendapatkan aku, dengan berniat jahat.

Kejadian 35: 14 :
Kemudian Yakub mendirikan tugu di tempat itu, yakni TUGU BATU; ia mempersembahkan korban curahan dan menuangkan minyak di atasnya.

Matius 23: 16 :
Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat.

Apakah mereka tidak tahu sesungguhnya ibadah Haji & Thawaf Keliling Ka’bah itu semua jelas terdapat dalam kitab mereka sendiri & juga dilakukan serta dicontohkan oleh para nabi-nabi terdahulu ?, sesungguhnya hanya merekalah yang kurang paham memaknai Alkitabnya, karena diantara ayat-ayat yang ditulis oleh tangan-tangan pemimpin mereka sendiri ternyata masih ada serpihan-serpihan ayat yang benar-benar telah difirman Allah kepada nabi-Nya dahulu, walaupun redaksinya sudah agak berbeda.

Dan yang perlu diketahui bahwa menghadap kiblat itu tidaklah selalu diharuskan, ada masa masa dimana kita boleh menghadap kemana saja.

Jika kamu dalam keadaan takut, maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah, sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui”. (Qs.2 Baqarah: 239).

Didalam Islam, menghadap Ka’bah bukanlah merupakan suatu kebaikan, sebagaimana tertulis:

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar; dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa”. (QS. 2: 177).

Maksud dari ayat ini adalah:

Ayat ini mencakup sendi-sendi yang agung, kaidah-kaidah yang umum, dan aqidah yang lurus. Penafsiran ayat ini adalah, ketika pertama kali Allah swt. memerintahkan orang-orang mukmin menghadap Baitul Maqdis dan kemudian Dia mengalihkan ke Ka’bah, sebagian Ahlul Kitab dan kaum muslimin merasa keberatan. Maka Allah memberikan penjelasan mengenai hikmah pengalihan kiblat tersebut, yaitu bahwa ketaatan kepada Allah swt, patuh pada semua perintah-Nya, menghadap ke mana saja yang diperintahkan, dan mengikuti apa yang telah disyari’atkan, inilah yang disebut dengan kebaikan, ketakwaan, dan keimanan yang sempurna.

dari berbagai sumber oleh:  Ady Irawady.

 

Baca: Non-Muslim Tanya Arti, “KAFF HAA YAA ‘AIN SHAAD” Pada Al-Qur’an

-0O0-

 

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Februari 2017 in umum

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: