RSS

Menyikapi Tabut Perjanjian Dari Berbagai Versi

03 Apr

Zaman keemasan Yahudi di bawah pemerintahan nabi sekaligus raja Dawud as diteruskan oleh putranya, seorang nabi sekaligus Raja Sulaiman as. Pada zaman Sulaiman inilah, sekitar tahun 950 SM (atau sekitar tahun 450 setelah Musa as), di atas Bukit Moriah yang di atasnya didirikan tabernakel dan diletakkan Tabut itu, dibangun sebuah rumah ibadat yang besar dan amat megah (bahkan mewah), yaitu Haykal Sulayman, Solomon Temple, atau al-Masjid al-Aqsha.

tabut-ark-of-the-covenant

Maksud utama didirikannya bangunan megah ini ialah untuk memberi tempat perlindungan kepada tabut yang merupakan pusat rasa kesucian dalam agama Yahudi. Menurut kepercayaan Yahudi, dalam Tabut itu terdapat Shekinah, yang dengan itu Tuhan membimbing dan melindungi Bani Israil.


Kitab suci Alquran juga menyebutkan hal yang mirip sekali, yaitu bahwa dalam Tabut itu ada sakinah dari Tuhan untuk Bani Israil. Firman Allah bersangkutan itu ada dalam hubungannya dengan penyampaian berita oleh seorang nabi, yaitu Samuel (Samaw’al) tentang tampilnya Thalut (Saul) sebagai raja Bani Israil yang akan memimpin mereka bersama nabi Dawud menguasai seluruh Kana’an dan merebut Yerusalem, terjemahannya adalah kurang lebih demikian:

“Dan nabi mereka berkata lebih lanjut, “Sesungguhnya tanda kekuasaannya (sebagai raja) ialah bahwa dia akan membawa Tabut kepada kamu sekalian yang di dalamnya terdapat sakinah (ketentraman) dari Tuhanmu, dan sebagai pusaka yang ditinggalkan oleh Keluarga Musa dan Keluarga Harun yang dibawa malaikat. Sesungguhnya dalam hal itu ada ayat (lambang) bagi kamu jika kamu benar-benar beriman” (Q.S. al-Baqarah : 248)

Terhadap firman itu A. Yusuf Ali memberi komentar, “Rasa aman: sakinah= keselamatan, ketentraman dan kedamaian. Tulisan-tulisan kaum Yahudi belakangan menggunakan kata-kata yang sama sebagai lambang Keagungan Tuhan dalam tabernakel atau kemah yang di situ Tabut disimpan, atau dalam Kuil sesudah didirikan oleh nabi Sulaiman” (A. Yusuf Ali, h. 99, fn. 283)

Jadi kata-kata shekinah, cognate dengan kata-kata Arab sakinah. Tetapi berbeda dengan persepsi kaum Yahudi tentang shekinah yang serba mitis, mistis dan banyak berbau khurafat (kepercayaan palsu, karena kaum Yahudi percaya bahwa dalam Tabut itulah Tuhan bersemayam sehingga benda itu memiliki kesaktian atau kekuatan supranatural), ajaran dan pandangan Alquran tentang sakinah tidak lebih daripada rasa aman dan tentram dalam jiwa kaum beriman karena adanya simbol atau ayat Allah pada mereka, dan karena Allah menganugerahkan perasaan itu kepada mereka sebagai persyaratan amat penting untuk keberhasilan dan kemenangan dalam perjuangan menegakkan kebenaran. Dalam pengertian inilah perkataan sakinah juga digunakan dalam beberapa ayat yang lain, khususnya berkaitan dengan peperangan kaum beriman di bawah pimpinan nabi saw seperti dalam peristiwa pembebasan Makkah dari kaum musyrik (Q.S. al-Fath : 4; at-taubah: 26 dan 40).

Cerita Yahudi yang serba mitologis tentang Tabut dalam hubungannya dengan pandangan mereka mengenai shekinah itu penting sekali. Sebab ada indikasi bahwa nabi Sulayman as bahkan sejak ia meletakkan Tabut itu di Kadesh dalam kuil (Masjid Aqsha), menaruh keraguan tentang apa arti Tabut itu bagi Bani Israil atau kaum Yahudi. Keraguan itu agaknya timbul pada nabi Sulaiman as karena dilihatnya kaumnya mulai menyembah Tabut itu sendiri dan lupa bahwa ia hanya sebuah kotak, meskipun dianggap suci, sebagai tempat menyimpan naskah Sepuluh Perintah. Memang nabi Musa as hampir lima abad yang lalu (sebelum masa nabi Sulaiman as) mengajari kaumnya untuk bersembahyang dalam tabernakel dan menjadikan Tabut itu sebagai kiblat. Hal ini dimaksudkan untuk mengingatkan mereka agar tetap berpegang kepada makna dan semangat Sepuluh Perintah yang naskah aslinya disimpan di dalamnya, bukan untuk mengagungkan dan menyembah Tabut itu sendiri.

Karena sikap nabi Sulaiman as itu maka ia nampaknya mulai meragukan manfaat Tabut, dan agaknya ia kemudian mengambil sikap tidak peduli lagi atas keselamatannya. Akibatnya ialah, setidaknya demikian menurut suatu versi, Tabut itu hilang atau dipalsukan (sedangkan aslinya dibawa keluar Yerusalem entah oleh siapa dan kemana).

Karena sikap nabi Sulaiman ini, maka di kalangan sementara Bani Israil berkembang “desas-desus” bahwa nabi Sulaiman as telah murtad dan mengizinkan penyembahan berhala di Kuilnya sebagai konsesi kepada beberapa isterinya yang kafir (pagan), sebagaimana kelak ditulis dalam Perjanjian Lama (Kitab Raja-Raja Yang Pertama, 11: 4-5).

Cukup menarik bahwa Alquran juga menyebutkan adanya tuduhan oleh kaum Yahudi bahwa Sulaiman telah menjadi kafir, tetapi tidak berkaitan dengan sikapnya yang nampak tidak begitu hormat lagi kepada Tabut, melainkan dengan masalah sihir yang mulai berkembang di sana saat itu, dan Alquran membantahnya (Q.S. al-Baqarah : 102). — Oleh : Prof. DR. Nurcholis Madjid.

Apa pun yang terjadi, Tabut itu memang kemudian hilang, dan sampai sekarang belum diketahui dengan pasti di mana ia berada. Dan ada indikasi bahwa ia hilang sudah sejak nabi Sulaiman itu sendiri (yang tampil pada 970-931 SM).

Tinjauan Misteri Tabut Perjanjian Dari Berbagai Versi.

Tabut Perjanjian dianggap oleh beberapa pihak sebagai yang terbesar dari semua harta tersembunyi dan penemuannya akan memberikan kebenaran bahwa Perjanjian Lama adalah kenyataan proses penyelamatan manusia. Benda bersejarah sekaligus benda misterius ini tetap menjadi tujuan dari setiap arkeolog modern dalam petualangannya. Tabut Perjanjian ini berisi sepuluh perintah yang ditulis di atas lempengan batu oleh Tuhan kepada Musa di Gunung Sinai.

Menurut Kitab Keluaran, Tabut ini terbuat dari kayu Sitim (mirip dengan akasia) dan ditutupi emas pada bagian luar dan pada tutup tabut pendamaian terdapat dua malaikat yang juga terbuat dari emas. Tabut Perjanjian diyakini memiliki kekuatan gaib karena dalam beberapa kejadian unik, termasuk menyebabkan kematian seorang pria. Ada beberapa spekulasi sekitar tempat penyimpanan terakhir dari Tabut Perjanjian, dan karena masih sebuah misteri, akan membutuhkan orang yang berani atau bahkan nekat untuk membukanya.

Di dalam Al Qur’an

Dalam pasal 2 (Ayat 248), Bani Israel, pada saat Samuel dan Saul, diberi kembali ‘Tabut E Sakina’ (peti mati dari Shekhinah) yang berisi sisa-sisa rumah tangga Musa dan Harun yang dibawa oleh malaikat yang menetapkan perdamaian dan ketenangan bagi mereka dari Tuhan mereka. Hal ini disebutkan di tengah narasi bahwa Saul dipilih menjadi raja

Al Qur’an menyebutkan:
Dan (selanjutnya) Nabi mereka berkata kepada mereka: “Dalam sebuah daftar perintah akan datang kepadamu Tabut perjanjian, dengan (suatu jaminan) di dalamnya yaitu keamanan (Sakina) dari Tuhanmu, dan peninggalan yang ditinggalkan oleh keluarga Musa dan keluarga Harun, dibawa oleh malaikat. Dalam hal ini merupakan simbol bagimu, jika kamu memang memiliki iman. (Al Qur’an 2:248)

Seorang sarjana Islam Al Baidawi menyebutkan bahwa Sakina bisa saja Taurat Kitab Musa. Menurut Al-Jalalan, peninggalan di dalam Tabut adalah fragmen dari dua lempeng batu, tongkat kecil, jubah, sepatu, mitres Musa dan vas Manna. Al-Tha’alibi, dalam Qisas Al-Anbiya (Cerita para nabi), telah memberikan sejarah awal dan akhir dari Ark of the Covenant

Menurut kebanyakan ulama Muslim, Tabut Perjanjian memiliki dasar agama dalam Islam, dan Islam memberi makna khusus. Sekte Muslim Syiah percaya bahwa hal itu akan ditemukan oleh Mahdi di dekat akhir zaman dari Danau Tiberias.

Di Dalam Alkitab/Bible

Tabut ini pertama kali disebutkan dalam Alkitab Ibrani/Perjanjian Lama/Taurat dalam Kitab Keluaran, dan kemudian banyak kali dalam: Ulangan, Yosua, Hakim, I Samuel, II Samuel, Raja-raja I, I Tawarikh, II Tawarikh, Mazmur dan Yeremia . Dalam Kitab Yeremia, adalah direferensikan oleh Yeremia, yang berbicara pada zaman Yosia (Yer. 3:16), menubuatkan keadaan waktu mendatang ketika Tabut tidak dipatuhi atau tidak dilakukan lagi. Dalam Perjanjian Baru, Tabut ini disebutkan dalam Surat Ibrani dan Wahyu kepada Yohanes.

Ibrani 9:04 menyatakan bahwa Tabut berisi “the golden pot that had manna, and Aaron’s rod that budded, and the tablets of the covenant.” Wahyu 11:19 mengatakan bahwa Yohanes melihat Bait Suci Allah di surga terbuka, “dan tabut perjanjian-Nya terlihat dalam bait-Nya.” Sejumlah penulis Roma Katolik menghubungkan ayat ini dengan Perempuan dari dalam Kitab Wahyu 12:1, yang berada pada bagian selanjutnya, dan berpendapat bahwa Santa Perawan Maria adalah “Tabut Perjanjian Baru”.

Versi Southern Africa

Orang-orang Lemba Afrika Selatan dan Zimbabwe telah mengklaim bahwa nenek moyang mereka membawa Tabut kea rah selatan, menyebutnya lungundu ngoma atau “suara Tuhan”, akhirnya tersimpan di sebuah gua yang dalam di pegunungan Dumghe, rumah spiritual mereka.

Pada tanggal 14 April 2008, dalam siaran dokumenter Channel 4 Inggris, Tudor Parfitt, mengambil pendekatan literalis dengan cerita Alkitab, menggambarkan penelitian dalam pernyataan ini. Dia mengatakan bahwa obyek yang digambarkan oleh Orang-orang Lemba memiliki atribut mirip dengan Tabut Perjanjian dengan ukuran hampir sama, tidak diizinkan untuk menyentuh tanah, dihormati sebagai suara Allah mereka, dan digunakan sebagai senjata kekuatan besar untuk menyapu musuh dari segala arah.

Tabut perjanjian begitu erat hubungannya dengan pembangunan kembali bait suci bangsa Israel yang ke-3, masalahnya apakah tabut suci itu masih ada ??, jika tidak ada tentunya tidak mungkin ada pembangunann bait suci ke-3 Bangsa Israel pemuja YHWH. Ok berarti kita sepakat dulu kalau tabut perjanjian itu masih ada sampai hari ini. Masalahnya adalah ADA DIMANA ??

Tabut perjanjian sekarang SUDAH berada di negara Israel, pada tahun 1991 secara mengejutkan pemerintah Israel mencairkan dana sekitar 100 juta US$ untuk mengangkut sekitar 10.000 orang Yahudi Ethiopia atau biasa disebut black jews. Kenapa saya sebut-sebut Yahudi Ethiopia, ada apa dengan Ethiopia. Apakah tabut perjanjian YHWH ada disana ? bagaimana bisa ? bukankah pada Bait suci salomo sudah dihancurkan dan bangsa Israel di buang ke Babel. Dan banyak penelitian kalau sudah tidak ada lagi yang bisa ditemukan dari reruntuhan bait suci tersebut.

Nah ini dia kepingan puzzle yang perlu kita lihat dan selaraskan :

  • Keturunan Ham,
  • Ratu Syeba,
  • Raja Sulaiman/Salomo,
  • Raja Menelik I.

Menurut kitab kejadian Ham, adalah keturunan Nuh, Sem adalah si sulung, kemudian Yafet dan kemudian Ham sebagai si bungsu. Sem adalah Bapak dari mayoritas orang-orang kulit kuning (asia). Yafet kulit putih(eropa) dan Ham kulit hitam (afrika). Negara Afrika adalah negara budak pada masa imperialisme dan kolonialisme. Bisa jadi ini karena kutuk Nuh kepada Ham, karena Ham melihat Nuh telanjang dan mulutnya langsung”ember”.

Syeba, adalah suatu negri. Dikatakan dalam kitab I Raja-Raja kalau Salomo didatangi oleh Ratu negri Syeba. Bangsa Syeba ini adalah keturunan langsung dari Raema yang merupakan keturunan dari Ham (baca kejadian 10). Salomo memiliki 700 istri dan 300 gundik, pernahkah anda tahu nama salah satu istrinya?? tidak. Hanya Ratu Syeba yang pernah secara jelas dinyatakan sebagai istri dari seorang Raja Salomo.

Menelik I, siapakah Menelik ? Menelik adalah Pangeran negri Syeba pengganti dari Ratu Syeba. Menelik adalah buah hati Ratu Syeba dan Raja Salomo. Pengikut dan keutrunan dari Menelik inilah yang disebut sebagai orang Etiopia Yahudi. Orang Yahudi hitam keling pemuja YHWH. Menelik tumbuh besar dengan didikan ala Salomo, sebelum Salomo jatuh dalam penyembahan berhala. Karena Ratu Syeba meninggal, maka Menelik menjadi pewaris tahta dari Ratu Syeba.

Berdasarkan kitab sejarah resmi dari negara Etiopia yang lebih dikenal dengan nama “Glory of Kings” (Kebra-Nagast) disitu tercantum apa yg telah terjadi dengan tabut perjanjian tersebut. Ketika Ratu dari Syeba meninggal dunia Pangeran Menelik I pada saat itu sudah berusia 19 th. Ia berhasrat meninggalkan Yerusalem untuk kembali kenegara Ibunya untuk diangkat menjadi raja disana.

Sebelum ia berangkat, Raja Salomo telah memerintahkan para tukangnya untuk membuatkan duplikat dari Tabut Suci yang akan dihadiahkan kepada Pangeran Menelik I, sebab ia adalah putera dari istri kesayangannya – Ratu dari Syeba. Maklumlah Pangeran Menelik I telah dididik oleh Raja Salomo untuk percaya dan taat kepada Tuhan Allah.

Holy Tabernacle

Pada saat pesta perpisahan Pangeran Menelik I membunuh para imam penjaga Tabut Suci dengan minuman anggur yang sudah dicampur dengan racun. Dan ia membawa Tabut Suci yang asli ke Aksum (Etiopia) beserta para imam yang benar-benar taat kepada Tuhan Allah, karena ia melihat para istri dari Raja Salomo semuanya sudah tidak percaya kepada Tuhan Allah lagi, mereka semuanya sudah menjadi murtad dan berdosa terhadap Tuhan Allah, oleh sebab itulah Tabut Suci nya dicuri dan dibawa oleh dia kenegaranya. Sedangkan copy dari Tabut Suci yang seyogianya untuk dia, ditinggal olehnya di dalam bait suci.

Para imam di dalam bait suci tidak bisa membedakan antara yang asli dan dan copy-annya. Pangeran Menelik I berangkat membawa Tabut Suci tersebut dengan catatan akan dikembalikan kembali ke Yerusalem pada saat bangsa Yahudi sudah tidak murtad lagi terhadap Tuhan Allah, ternyata sampai dengan 3000 tahun kemudian hal ini belum terjadi.

Para Imam Israel dan Pangeran Menelik I menamakan dirinya sebagai “Betha Israel” dan sekarang mereka lebih dikenal sebagai suku Falasha. Keturunan dari Pangeran Menelik I memerintah negara Etiophia sehingga wafatnya Kaiser Heila Selassie di th 1975.

Konon ceritanya bahwa sudah dari dahulu banyak sekali penganut agama Yahudi di negara Etiopia, bahkan ini tercantum di Alkitab Perjanjian Baru (Kis 8: 27) Pada waktu itu ada seorang pegawai istana Etiopia yang sedang dalam perjalanan pulang ke negerinya. Orang itu seorang pegawai tinggi yang bertanggung jawab atas semua kekayaan Kandake, ratu negeri Etiopia. Orang itu telah pergi ke Yerusalem untuk berbakti kepada Allah dan sekarang sedang kembali dengan keretanya. Sementara duduk di dalam kendaraannya itu ia membaca Buku Nabi Yesaya.

Bangsa Israel sebenarnya sudah mengetahui hal ini bahkan pernah di muat di majalah B’nai B’rith Messenger, bahkan Anda bisa membaca di Encyclopedia Britannica satu artikel: It (Aksum-Aduwa) contains the ancient church where according to tradition, the Tabot, or Ark of the Convenant brought from Jerusalem by the son of Salomon and the Queen of Sheba, was deposited and is still supposed to rest.

Bahkan sudah tercantum di dalam Alkitab bahwa pada suatu saat Tabut Allah akan dibawa kembali dari negara Etiopia ke Yerusalem (Yesaya 18,1,7)

Sebelum diangkut ke Yerusalem tahun, ternyata tabut suci tersebut ada di Aksum – kota bagian utara dari Etiopia. Tabut tersebut sudah disimpan disana sejak sekitar 3.000 th yang lampau, sejak kerajaan Salomo. Disimpan di dalam satu tempat rahasia, di dalam gua dibawah tanah dari gereja “Zion of Mary”. Gua tersebut dijaga dengan ketat oleh para imam dari keturunan raja Israel.

Gereja St Mary Zion-AXUM

Tabut tersebut di simpan di dalam ruangan yang di kelilingi oleh tujuh tembok. Hanya ruangan dari tembok pertama sampai dengan ke empat bisa digunakan untuk berdoa oleh para imam disana. Dan untuk ruangan ke lima maupun ke enam hanya boleh dimasuki oleh para tetua imam saja. Sedangkan yg boleh masuk keruangan paling dalam atau ruangan ketujuh dimana tabut tersebut disimpan, hanya seorang imam pilihan saja, yakni yang menjadi penjaga dari tabut suci tersebut.

Imam penjaga tabut, tidak diperkenankan keluar dari gua tersebut, bahkan ia hanya diperbolehkan keluar sampai dengan keruangan ke enam saja, untuk mengambil makanan/minuman yg dibawakan oleh imam tetua lainnya. Ia harus tinggal diruangan tersebut selama hidupnya, bahkan ia harus puasa dan berdoa selama 225 hari dalam setahun. Apabila ia mati maka ia akan digantikan oleh imam pilihan lainnya.

dikutip dari berbagai sumber.

 

-0o0-

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 3 April 2017 in umum

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: