RSS

Meneropong Ayat-Ayat ALKITAB

08 Mei

Menyoal Otentisitas Alkitab

Setiap pribadi muslim diwajibkan untuk mengimani kitab suci yang telah diturunkan oleh Allah SWT kepada para rasulnya, baik itu nabi Muhammad yaitu Al-Qur’an maupun rasul-rasul sebelumnya, yakni Taurat, Zabur, dan Injil. Keimanan dan pengakuan ini masuk dalam pilar-pilar (rukun) iman dalam Islam. Dalam hal ini Allah mengungkapkan di dalam Al-Qur’an pada surat Al-Baqarah ayat 285, yakni:


Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami ta’at.” (Mereka berdo’a): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” [2: 285].

Akan tetapi kewajiban itu tertumpu pada kitab-kitab yang memang benar dan otentik dalam pengertian tidak terjadi perubahan akibat dari kepentingan manusia atau pemeluk-pemeluk agama itu. Lalu bagaimana dengan kitab Taurat, Injil dan Zabur sekarang? Apakah kitab-kitab itu masih otentik? Kalau begitu, apa ukuran-ukuran untuk menempatkan sebuah kitab suci pada level otentik? Bagaimana Al-Qur’an berperan dalam memberi nilai untuk sebuah otentisitas?

Pertanyaan-pertanyaan ini penting berkaitan dengan arah kemana iman seorang muslim kepada kitab-kitab itu ditujukan. Iman adalah kesejatian bagi suatu keyakinan, maka ia harus mendapat objek yang sejati pula. Kitab-kitab suci adalah objek bagi peluru iman, maka ia harus benar sehingga iman seseorang itu menjadi benar.

Tolak Ukur Otentisitas Sebuah Kitab Suci

Adalah sesuatu yang benar, baik secara historis maupun dalam pandangan iman seorang muslim bahwa Taurat dan Injil pernah ada dan diperankan oleh tokoh agama (Rasul) bernama Musa dan Isa. Keberadaan kedua tokoh agama ini beserta kitab sucinya adalah merupakan keniscayaan sejarah. Karena itu, Allah mewajibkan kepada Muhammad dan ummatnya yang notabene sebagai generasi terbaru untuk mengimani apa yang telah menjadi kenyataan generasi sebelumnya.

Akan tetapi keharusan iman kepada kitab-kitab itu tidak buta. Dengan arti kata keimanan itu tidak dengan serta merta mengabaikan berbagai faktor yang telah terjadi di dalam sejarah berkaitan dengan orisinil kitab-kitab itu. Bahkan Allah, melalui Qur’an menghimbau umat Islam untuk bersikap kritis terhadap isi kitab-kitab tersebut setelah rentang sejarah yang begitu panjang.

Atas dasar inilah muncul beberapa kriteria yang harus diajukan sebagai setandar untuk menilai kebenaran Al-Kitab sebagai kitab suci yang Allah haruskan kepada umat Islam untuk mengimani. Kriteria itu antara lain:

  1. Murni datang dari Allah, dan tidak ada campur tangan ulah manusia setinggi apapun otoritasnya termasuk Nabi atau Rasul,
  2. Ditulis pada masa kitab suci itu turun atas perintah atau konfirmasi dari penerima wahyu. Atau paling tidak telah dihafal oleh orang yang hidup sezaman dan bergaul dengan penerima wahyu,
  3. Seorang penulis atau penghafal wahyu adalah orang yang secara moral dapat diterima oleh masyarakat pemeluk agama,
  4. Tertulis dalam bahasa asli dimana wahyu saat itu turun,
  5. Tulisan kitab suci itu harus satu isi. Tidak ada perbedaan satu dengan yang lainnya. Perbedaan menunjukkan adanya sesuatu yang salah didalam kitab itu.

Kreteria minimal ini bisa kita jadikan alat untuk menganalisa apakah Al-Kitab itu otentik atau tidak. Dari proses penulisannya, Al-Kitab bukanlah ditulis di zaman Nabi Musa atau Isa dan bukan pula ditulis oleh orang yang pernah bertemu dan bergaul dengan kedua Nabi tersebut. St Paul adalah peletak dasar penulisan Al-Kitab, dan ia tidak pernah bertemu dengan Yesus. Karena tanpa pertemuan itu sulit kita bayangkan bahasa Allah melalui Yesus dapat ditulis persis sebagai apa yang diucapkannya. Penyampaian melalui orang-seorang adalah sesuatu yang mustahil untuk terpelihara kata-katanya, apalagi yang setebal Al-Kitab. Kecuali saat itu telah terjadi tradisi menghapal, jaminan itu baru bisa diakui. Akan tetapi, belum pernah ditemukan sampai hari ini seseorang yang hafal Al-Kitab. Lalu apa jaminan kalau Al-Kitab itu adalah Injil dan Taurat yang asli. Belum lagi bahasa Al-Kitab yang sangat beragam dalam penulisannya tergantung dimana kita menjumpainya. Kalau di Inggris kita jumpai All-Kitab dalam versi Inggris. Di Cina dengan versi Cina, dan seterusnya. Padahal peralihan dari bahasa satu ke bahasa lain (proses translation) sedikit banyak berpenaruh kepada perubahan makna.

Belum lagi banyak pertanyaan tentang St Paul itu sendiri berkaitan dengan iman Kristiani. Apakah ia termasuk orang yang beriman kepada Yesus atau tidak. kalaulah dikatakan beriman, sejak kapan ia beriman. Apakah sejak ia meninggal atau sebelumnya. Kontraversi ini adalah pertanda bahwa ia diragukan otoritas moralnya dengan penulisan Al-Kitab. Kalau demikian, dari sisi mana umat Islam harus mengimani Al-Kitab sekarang? Belum lagi kritik terhadap isi yang tentu saja karena proses penulisannya tidak memenuhi kreteria sebagai kitab suci, maka isinya pun tidak akan mungkin terjamin. Pernyataan yang paling sesuai barangkali adalah: masihkah terdapat isi Al-Kitab itu yang otentik? Kalau masih, berapa persen?

Al-Qur’an dengan tegas menyuruh umat Islam untuk mengimani yang benar dan mengingkari yang salah dalam Al-Kitab. Artinya, begitu jelas bahwa masih tersisa yang benar dalam Al-Kitab. Berapa besarnya, perlu ada penelitian khusus untuk itu. Tentu saja pembenaran untuk isi Al-Kitab yang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an. Demikian karena otentisitas Al-Qur’an sebagai kitab suci yang dapat diverifikasi secara historis maupun moral. Karena itu, dapat menjadi standar untuk menilai kitab-kitab lain.

Koreksi Al-Qur’an Terhadap Al-Kitab

Al-Qur’an adalah kitab suci terakhir yang berfungsi sebagai penyempurna dan sekaligus sebagai korektor terhadap perubahan pada kitab suci sebelumnya, akibat dari masuknya otoritas manusia ke dalam kesucian Al-Kitab. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an pada surat Al-Baqarah 79:


Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. [2:79]

Koreksi moral (mengabaikan isi Al-Kitab yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka sehingga mereka menerima sebagian Al-Kitab dan menolak sebagian yang lain; bukti-bukti riilnya dapat ditemukan dalam perubahan-perubahan hukum demi sebuah kepentingan).

Mengenai hal ini Allah berfirman dalam Q.S. Al-Maidah: 41 :


Hai Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka:”Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merobah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: “Jika diberikan ini (yang sudah di robah-robah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah”. Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. [5:41]

Bukti-bukti riil dapat ditemukan dalam Al-Kitab yaitu terjadinya perubahan hukum demi sebuah kepentingan, misalnya tentang siapa yang dikorbankan Nabi Ibrahim as. Dalam versi Al-Kitab sekarang adalah Ishak sebagaimana yang tertuang dalam Kitab Kejadian: 22:2 yang kontradiksi dengan Kitab Kejadian: 21:5, bukti lain adalah mengenai khitan dalam Kitab Kejadian: 17:10-14. Dalam kitab itu dikatakan bahwa khitan itu wajib, dan Yesus sendiri dikhitan. Tetapi Paulus menganggap khitan itu tidak penting (Galatia: 5:6, Roma: 7:18-19). Demikian juga haramnya hukum makan daging babi (kitab Ulangan 14:8, Imamat 11:7, Yesaya 66:17). Tetapi Paulus memfatwakan bahwa semua hewan halal hukumnya dimakan (1 Korintus: 6:12, 1 Korintus: 10:25, Kolose: 2:16, 1 Timotius: 4:5, Roma: 14:17).

Koreksi Akal (Al-Qur’an sangat memberikan apresiasi terhadap akal. Islam adalah perpaduan antara akal sebagai alat dengan Al-Qur’an sebagai petunjuk. Sementara itu, perpaduan akal dengan Al-Kitab sering tidak harmonis. Perubahan dalam Al-Kitab yang terus menerus terjadi dapat dilacak sebabnya dari dominasi akal yang otoriter kepada Al-Kitab untuk menyesuaikan diri). Dari dominasi itu terbuka berbagai kemungkinan buruk bagi kewibawaan dan kebenaran Al-Kitab itu sendiri.

Tidak heran akibat itu ada yang berbentuk pelecehan kepada Allah. Sebagaimana dalam Kitab Kejadian: 6:5-6, Kitab Keluaran: 32:14 tentang Tuhan menyesal dan pilu hati-Nya. Begitu pula dalam Kitab Kejadian: 32:28 mengenai Tuhan bergulat dengan Nabi Ya’kub dan Tuhan kalah.

Dari uraian ini dapat diperoleh pemahaman bahwa Al-Kitab yang ada sekarang ini tidak memenuhi kriteria sebagai objek iman umat Islam, bahkan bagi umat kristenpun -bila mereka cerdas dan mau jujur-, seharusnya telah meragukan kebenaran Al-Kitab sebagai wahyu Tuhan. Begitu banyak terjadi perubahan dari kitab aslinya yaitu Taurat dan Injil. Perubahan inilah yang menggeser status nilai Al-Kitab dari  pedoman hidup menjadi objek ilmiah yang secara bebas dibenarkan untuk dikritik, selama itu dilakukan dengan cara yang objektif, dan pada gilirannya semestinya harus disikapi dengan adil dan jujur. (Sumber: Pakar Kristologi Bernard Nababan).

Banyak Para Pakar yang mengkritisi isi-isi Alkitab itu  dari kalangan Kristen sendiri dan juga para Ilmuwan dan Politisi seperti:

Dr. G. C. van Niftrik & Ds. B. J. Boland (“Dogmatika Masa Kini” hal. 31).
… maka janganlah pula kita merasa malu disebabkan oleh “sifat sifat insani dari Al Kitab! … Malahan, menurut bentuk lahir maka tulisan-tulisan mereka tidak selalu “orisinil;” ada juga bahan-bahan yang diambil-alih dari kesusasteraan bangsa lain, seperti orang-orang Babel, Mesir, Parsi dan Yunani. Penulis-penulis Al-Kitab telah mempergunakan semuanya itu, sambil menjadikannya alat untuk pemberitaan yang dimaksudkan mereka…

Dr. R. Soedarmo (dlm buku “Ikhtisar Dogmatika” hal. 47).
AL-KITAB YANG ASLI SUDAH HILANG
Kitab-kitab yang asli sendiri sekarang telah hilang. Kita hanya mempunyai salinan, maka Kitab Suci sekarang itu buah pekerjaan orang-orang yang membandingkan salinan-salinan sebanyak-banyaknya dan dengan demikian mencari bentuk Kitab
suci yang asli tersebut.

Dr. R. Soedarmo (“Ikhtisar Dogmatika” hal. 47)
DALAM AL-KITAB TERDAPAT PERBEDAAN-PERBEDAAN YANG AGAK BESAR:
Memang ada perbedaan yang agak besar, tetapi jumlahnya hanya sedikit: Akhir Injil Markus (Mark. 16: 19-20;) dan Yahya 8: 3-11 dan; 1 Yahya 5: 7, 8.

Dr. R. Soedarmo (“Ikhtisar Dogmatika” hal. 49
ADA KITAB-KITAB YANG DIRAGUKAN
Dalam Perjanjian Baru pun ada kitab-kitab yang diragu-ragukan antara lain Surat Wahyu dan Yakobus, yang disebut surat jerami.

Dr. R Soedarmo (“Ikhtisar Dogmatika” hal. 47)
AL-KITAB BUKAN KITAB YANG ISTIMEWA
Oleh karena Kitab Suci hanya dipandang sebagai catatan atau kesaksian tentang pernyataan Allah maka tak dapat dikatakan bahwa Kitab Suci itu suatu Kitab yang istimewa, sebab diluar Kitab Suci ada juga kitab-kitab yang menyaksikan pernyataan Allah.

Dr. R. Soedarmo (“Ikhtisar Dogmatika” hal. 47)
AL-KITAB MASIH BISA DIPERBAIKI DAN DIPERLUAS:
Dengan pandangan bahwa Kitab Suci hanya catatan saja dari orang, maka diakui juga bahwa didalam Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci dengan bentuk sekarang masih dapat diperbaiki… Kitab Suci masih
dapat diperluas. Soal ini lazimnya disebut kanon yang masih terbuka.

Dr. G. C. van Niftrik & Ds. B.J. Boland, “Dogmatika Masa Kini,”  Badan Penerbit Kristen, Djakarta 1954, hal. 418).
TIDAK ADA ISTILAH “TRITUNGGAL”
Didalam AL-KITAB tidak ditemukan suatu istilah yang dapat diterjemahkan dengan kata “Tritunggal” ataupun suatu ayat tertentu yang mengandung dogma tersebut.

Dr. R. Soedarmo (“Ikhtisar Dogmatika” hal. 533).
PENULIS-PENULIS AL-KITAB ITU ORANG-ORANG YANG BERDOSA
Maka kita dapat mengakui selengkap-lengkapnya bahwa Kitab Suci adalah Firman Allah. Memang orang-orang yang digunakan oleh Roh Suci itu orang-orang yang berdosa, pun mungkin juga orang-orang yang menentangi Allah. Balaam (Balhum) adalah suatu teladan yang terang.

Dr. H. Berkhof & Dr. I.H. Enklaar (“Sejarah Gereja” hal. 169).
KAUM NASRANI ADA JUGA YANG MENG-ESAKAN TUHAN SECARA MURNI
Dengan berani mereka mengeritik theologia Gereja yang berdasarkan tradisi. Antara lain mereka menolak ajaran Gereja tentang Allah Tritunggal (ajaran trinitas). Sebab itu mereka disebut “orang Anti trinitarian” atau “Unitarian,” karena mereka mengajarkan “unitas” atau keesaan Allah. Di Polandia mereka membentuk Gerejanya sendiri, yang dinamai Gereja Socinian.

Dr. G. C. van Niftrik & Ds. B.J. Boland, “Dogmatika Masa Kini,” Badan Penerbit Kristen, Djakarta 1954, hal. 419.
PERUMUSAN “TRITUNGGAL” HASIL USAHA MANUSIA
Pada pihak lain dapat juga dikatakan: segala ayat tersebut belumlah “membuktikan” sahnya dogma tentang Ketritunggalan sebagaimana itu dirumuskan oleh Gereja Kristen pada abad pertama! Perumusan yang demikian adalah hasil usaha manusia; … Dogma-dogma Gereja bukanlah “kebenaran-kebenaran yang
diwahyukan,” melainkan hanyalah rumus-rumus bantuan saya.

Dr. G. C. van Niftrik & Ds. B.J. Boland. (“Dogmatika Masa Kini” hal. 199).
“NABI ISA” DAN “TUHAN YESUS”
Jika kita bandingkan pandangan Islam tentang Nabi Isa dengan kepercayaan Kristen kepada Tuhan Yesus, maka timbullah pertanyaan: bukankah barangkali sudah waktunya, bahwa baik orang-orang beragama Islam maupun orang-orang Kristen dengan terus-terang saling mengakui, bahwa “Nabi Isa” dan “Tuhan
Yesus” itu pada hakekatnya berbeda sekali satu daripada yang lain?

Dr. Mr. D. N. Mulder dalam bukunya “Pembimbing ke dalam Perjanjian Lama”, tahun 1963, hal. 12 dan 13, berkata sebagai berikut: “Buku ini dikarang pada waktu-waktu tertentu, dan pengarang-pengarangnya memang manusia juga, yang terpengaruh oleh keadaan waktunya dan oleh suasana di sekitarnya dan oleh pembawaan pengarang itu sendiri. Naskah-naskah asli dari Kitab Suci itu sudah tidak ada Iagi. Yang ada pada kita hanya turunan atau salinan. Dan salinan itu bukannya salinan langsung dari naskah asli, melainkan dari salinan dan seterusnya. Sering di dalam menyalin Kitab Suci itu terseliplah salah salin.”

Drs. M. E. Duyverman dalam bukunya “Pembimbing ke dalam Perjanjian Baru”, tahun 1966, hal. 24 dan 25, berkata sebagai berikut: “Ada kalanya penyalin tersentuh pada kesalahan dalam naskah asli yang dipergunakannya, lalu kesalahan itu diperbaikinya, padahal perbaikan itu sering mengakibatkan perbedaan yang lebih besar dengan yang sungguh asli. Dan kira-kira pada abad keempat, di Antiochia diadakan penyelidikan dan penyesuaian salinan-salinan; agaknya terdorong oleh perbedaan yang sudah terlalu besar diantara salinan-salinan yang dipergunakan dengan resmi dalam Gereja.”

Dr. B. J. Boland dalam bukunya “Het Johannes Evangelie”, p. 9, berkata sebagai berikut: “Zijn ons de waarheden van het Evangelie van Jesus Christus in haar corspron-kelijken onvervalschen, zul veren vorm overgeleverd of zijn de door het intermediair van den Griek schen Geest, van de Griek sche reid, het laat stea an te nemen…dat de letter der Nieuw-Testament-ische boeken in de eerste eeuwen anzer jaartelling gewichtig wijzungen moet hebben ondergaan.”

Artinya: Apakah kebenaran-kebenaran dari Injil Jesus Kristus diserahkan kepada kita dalam bentuk murninya, asli dan tidak dipalsukan, ataukah telah dirubah melalui alam fikiran kebudayaan Gerika? Umumnya yang terakhirlah yang diterima oleh orang jaman kini… bahwa tulisan-tulisan Kitab Perjanjian Baru pada dua abad pertama perhitungan tahun kita, pasti telah mengalami perubahan besar.

Dr. A. Powel Davies dalam bukunya “The meaning of the Dead Sea Scrolls The New American Library” tahun 1961 , p. 106, berkata: “The first three, or Synoptic Gospels tell much the same story. There are discrepancies; but it is impossible to a considerable extent to reconcile them. John’s Gospel, however, tells quit a different story from the other three. If John is right, then the other three are wrong; If the Synoptic are right, the John’s gospel must surely be in error.”

Artinya: Tiga Injil pertama, yaitu Injil Synoptik, membawakan cerita yang sama. Terdapat pertentangan-pertentangan di dalamnya, sehingga tidaklah mungkin sedemikian jauh untuk mendamaikan ayat-ayat ini. Namun Injil Johannes, menceritakan cerita-cerita yang amat berbeda dari ketiga Injil pertama itu. Bila Injil Johannes yang betul, maka ketiga Injil yang lain itu salah; bila ketiga Injil itu betul, maka Injil Johannes pasti salah.

Dr. G. C. Vari Niftrik dan Dr. B. J. Boland dalam bukunya “Dogmatika Masakini”, cetakan ketiga; tahun 1978, p. 322, berkata sebagai berikut: “Kita tidak usah merasa malu bahwa terdapat pelbagai kekhilafan di dalam Al-Kitab; kekhilafan tentang angka-angka, perhitungan-perhitungan tahun dan fakta-fakta. Dan tak perlu kita pertanggungjawabkan kekhilafan-kekhilafan itu berdasarkan caranya isi Al-Kitab telah disampaikan kepada kita, sehingga dapat kita berkata: dalam naskah asli tentulah tidak terdapat kesalahan-kesalahan, tetapi kekhilafan-kekhilafan itu barulah kemudiannya terjadi di dalam turunan-turunan (salinan-salinan-pen) naskah itu.”

Herman Bakels (1871-1954) dalam bukunya “Nij Ketters? Ya.. Om deere Gods”, p. 119-120, lewat buku “Dialog antara Ahmadiyah dengan saksi-saksi Yehowa”, p. 83 dan 88 berkata sebagai berikut: “De andere ses Bijbels (Weda, Awesta, de boeken over Boedha, Tao-teking, Confusius boeken, Kor’an) ken ik niet genoeg…Van onzen Bijbel weet ik dit zeker. Ik heb hem dertig jaar lang van voren tot achteren doorploeterd. En ik zeg rondement; ik kan in Europa geen boek dat meer stikvol dingen-die-niet-waar-zijn zit dan de Bijbel.”

Artinya: Adapun enam buah kitab (Weda, Awesta, Kitab-kitab tentang Budha, Tao-teking, Kitab-kitab Confusius, Al-Qur’an) tidak begitu saya kenal. Akan tetapi Bijbel kita ini, pasti saya ketahui. Sudah 30 tahun lamanya saya mengincah Bijbel kita ini dari awal sampai akhir. Oleh karena itu terus terang saya katakan, bahwa di Eropa, saya belum kenal sebuah kitab yang lebih padat dengan hal-hal yang tidak benar dari pada Bijbel.

Dia juga berkata:
“Bijna alle koeken zijn er misleidend, nipseudepigra fisch. D.W.Z. niet geschreven door de auteurs op wier namen zestaan, maar wel later geschreven.”

Artinya: Hampir semua kitab-kitab dalam bibel itu menyesatkan, yakni memakai nama. palsu, yaitu tidak ditulis oleh pengarang-pengarang yang tercantum nama mereka di atasnya, melainkan ditulis jauh di belakang mereka.

Surat kabar di Ghana, yaitu Harian Times, 24 Juni 1964 yang dimuat oleh harian Mercusuar Yk. tertanggal 31-8-1968; Mr. RT. Payet, di dalam parlemen inggris tahun 1964 mengusulkan kepada Pemerintah Inggris dalam hal ini The British Home Secretary agar Injil dilarang beredar. Salah satu di antara sebabnya seperti yang ia katakan sebagai berikut: “I know of no book in history which could compare with the Bible as a source of brutality and sadistic conduct.

Artinya: Tidak ada di dalam sejarah satu buku yang merupakan sumber dari perbuatan-perbuatan yang brutal dan sadis selain Injil ini. (I. Sudibya Markus dalam buku “Dialog Islam-Nasrani dan Usul Pelanggaran Injil di Inggris”, terbitan Potrosari Ler. 28 Mgl.).

Prof. Herbert J. Muller dalam buku “The Uses of the Past, p. 168 lewat bukunya O. Hashem, “Marxiesme dan Agama”, tahun 1965, Japi Surabaya, p. 45, berkata: “Scholars regard this text ( I Johannes 5:7) as a later interpolation however, since it does not appear in the best manuscripts.”

Artinya:
Para sarjana menganggap bahwa naskah ini ( I Johannes 5:7) adalah suatu sisipan/tambahan kemudian, karena ayat seperti ini tidak diketemukan pada manuskrip-manuskrip terbaik.

Kata Herman Bakel dan Dr. A. Powel Davies, “Injil Matius 28:19 dan Injil Markus 16:9-19 adalah sisipan. Bacalah bukunya.” (Hashem, “Jawaban Lengkap Kepada Pendeta Dr. J. Verkuyl,” terbitan JAPI, Surabaya, tahun 1969, halaman 94).

Albert Einstein (Ilmuwan fisika teoretis penemu teori relativitas)

Kutipannya yang diterbitkan oleh majalah yang dimuat pada New York Times tahun 1930:

Albert Einstein wrote in The New York Times in 1930:

“I cannot imagine a God who rewards and punishes the objects of his creation, whose purposes are modeled after our own–a God, in short, who is but a reflection of human frailty. Neither can I believe that the individual survives the death of his body, although feeble souls harbor such thoughts through fear or ridiculous egoism”.

Terjemahannya kurang lebih :

Albert Einstein menulis dalam majalah The New York Times pada tahun 1930:

“Saya tidak bisa membayangkan bisa-bisanya Tuhan memberi hadiah dan menghukum objek-objek ciptaan-Nya, yang bentuk objeknya diambil dari kita sendiri setelah diciptakan-Nya – Tuhan, singkatnya, hanyalah cerminan dari kelemahan manusia, dapatkah saya percaya bahwa seseorang bisa bertahan setelah kematian tubuhnya sementara tubuh sendiri merupakan pelabuhan jiwa yang lemah adanya, pikiran-pikiran demikian menunjukkan kecemasan atau egoisme yang mengada-ada”. (Sumber: Einstein, My World-view) (1931).

Dr. Maurice Bucaille, BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern,

Sesuai profesinya seorang ahli bedah mencoba juga membedah isi dari kedua kitab suci tersebut yang ditinjau dari sudut sain modern yang pada akhirnya menyimpulkan tentang Bible/Alkitab sbb: “Banyak orang Kristen yang tidak mengetahui kontradiksi, kekeliruan atau ketidak sesuaian dengan Sains modern, dan mereka terkejut sewaktu mereka mengetahuinya, oleh karena selama ini mereka terpengaruh oleh tafsiran-tafsiran yang memberikan penjelasan-penjelasan halus untuk meyakinkan mereka dengan bantuan permainan bahasa apologi.”

baca: >(Dr. Maurice Bucaille, BIBEL, QUR-AN, dan Sains Modern)

Napoleon Bonaparte, dengan berani menyatakan dalam bukunya yang berjudul ‘Bonaparte et I’Islarn oleh Cherlifs, Paris’, sebagai berikut:

“I read the Bible; Moses was an able man, the Jews are villains, cowardly and cruel. Is there anything more horrible than the story of Lot and his daughters?” “The science which proves to us that the earth is not the centre of the celestial movements has struck a great blow at religion. Joshua stops the sun! One shall see the stars falling into the sea… I say that of all the suns and planets,…”
( “Saya membaca Bible; Musa adalah orang yang cakap, sedang orang Yahudi adalah bangsat, pengecut dan jahat. Adakah sesuatu yang lebih dahsyat daripada kisah Luth beserta kedua puterinya?” (Lihat Kejadian 19:30-38) “ Sains telah menunjukkan bukti kepada kita, bahwa bumi bukanlah pusat tata surya, dan ini merupakan pukulan hebat terhadap agama Kristen. Yosua menghentikan matahari (Yosua 10: 12-13). Orang akan melihat bintang-bintang berjatuhan kedalam laut…. saya katakan, semua matahari dan planet-planet ….”).

Meneropong Isi Alkitab Berdasarkan LAI – TB (Terjemahan Baru) 1994:

1. MANUSIA DIJADIKAN ATAS PETA ALLAH

Kejadian 1: 26-27: Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

2. TUHAN MONOPOLI BANGSA YAHUDI ?

(Mazmur 106: 48): Terpujilah TUHAN, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, dan biarlah seluruh umat mengatakan: “Amin!” Haleluya!

(2 Semuil 7: 23): Dan bangsa manakah di bumi seperti umat-Mu Israel, yang Allahnya pergi membebaskannya menjadi umat-Nya, untuk mendapat nama bagi-Nya dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat bagi mereka, dan dengan menghalau bangsa-bangsa dan para allah mereka dari depan umat-Nya?.

3. TUHAN DAPAT DILIHAT DENGAN MATA DI DUNIA INI ?

(Ayub 42: 1-5):

1. Maka jawab Ayub kepada TUHAN:
2. “Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
3. Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.
4. Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku.
5. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

1 Raja-Raja 22: 19: Kata Mikha: “Sebab itu dengarkanlah firman TUHAN. Aku telah melihat TUHAN sedang duduk di atas takhta-Nya dan segenap tentara sorga berdiri di dekat-Nya, di sebelah kanan-Nya dan di sebelah kiri-Nya.

Kejadian 26: 2: Lalu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Janganlah pergi ke Mesir, diamlah di negeri yang akan Kukatakan kepadamu.

Kejadian 26; 24: Lalu pada malam itu TUHAN menampakkan diri kepadanya serta berfirman: “Akulah Allah ayahmu Abraham; janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; Aku akan memberkati engkau dan membuat banyak keturunanmu karena Abraham, hamba-Ku itu.”

4. MAKA KELIHATANLAH TUHAN DI SILO

1 Semuil 3: 21 Dan TUHAN selanjutnya menampakkan diri di Silo, sebab Ia menyatakan diri di Silo kepada Samuel dengan perantaraan firman-Nya.

5. TUHAN BERDIRI DI ATAS PAGAR TEMBOK DAN MEZBAH ?

Amos 7:7 Inilah yang diperlihatkan-Nya kepadaku: Tampak Tuhan berdiri dekat sebuah tembok yang tegak lurus, dan di tangan-Nya ada tali sipat

Amos 9: 1 Kulihat Tuhan berdiri dekat mezbah, dan Ia berfirman: “Pukullah hulu tiang dengan keras, sehingga ambang-ambang bergoncang, dan runtuhkanlah itu ke atas kepala semua orang, dan sisa-sisa mereka akan Kubunuh dengan pedang; tidak seorangpun dari mereka akan dapat melarikan diri, dan tidak seorangpun dari mereka akan dapat meluputkan diri.

1 Samuel 3:10 Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.”

6. ALLAH BERDIRI DALAM PERHIMPUNAN DEWA-DEWA ?

Mazmur 82: 1,6-7:
Mazmur 82:1 Mazmur Asaf. Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi:
Mazmur 82:6 Aku sendiri telah berfirman: “Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. —
Mazmur 82:7 Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas.”

7. TUHAN KELUAR BERJALAN DI HADAPANMU ?, dan Ikut Perang.

2 Samuel 5:24 Dan bila engkau mendengar bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon kertau itu, maka haruslah engkau bertindak cepat, sebab pada waktu itu TUHAN telah keluar berperang di depanmu untuk memukul kalah tentara orang Filistin.”

8. TUHAN SINGGAH DI KEMAH NABI IBRAHIM ?

Kejadian 18: 1-4:
Kejadian 18: 1 Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.
Kejadian 18:2 Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,
Kejadian 18:3 serta berkata: “Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini.
Kejadian 18:4 Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini;

Kejadian 18: 8-14:
Kejadian 18:8 Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya di depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon itu, sedang mereka makan.
Kejadian 18:9 Lalu kata mereka kepadanya: “Di manakah Sara, isterimu?” Jawabnya: “Di sana, di dalam kemah.
Kejadian 18:10 Dan firman-Nya: “Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki.” Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya.
Kejadian 18:11 Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid.
Kejadian 18:12 Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: “Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?”
Kejadian 18:13 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: “Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua?
Kejadian 18:14 Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.

9. TUHAN TURUN DALAM TIANG AWAN, LALU BERDIRI DI PINTU KEMAH.

Bilangan 12: 2, 4-5, 9-10:
Bilangan 12:2 Kata mereka: “Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?” Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN.
Bilangan 12:4 Lalu berfirmanlah TUHAN dengan tiba-tiba kepada Musa, Harun dan Miryam: “Keluarlah kamu bertiga ke Kemah Pertemuan.” Maka keluarlah mereka bertiga.
Bilangan 12:5 Lalu turunlah TUHAN dalam tiang awan, dan berdiri di pintu kemah itu, lalu memanggil Harun dan Miryam; maka tampillah mereka keduanya.
Bilangan 12:9 Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap mereka, lalu pergilah Ia.
Bilangan 12:10 Dan ketika awan telah naik dari atas kemah, maka tampaklah Miryam kena kusta, putih seperti salju; ketika Harun berpaling kepada Miryam, maka dilihatnya, bahwa dia kena kusta!

10. ROH ALLAH MELAYANG-LAYANG DAN BERJALAN PADA OMBAK-OMBAK LAUT

Ayub 9: 8, 11:
Ayub 9:8 yang seorang diri membentangkan langit, dan melangkah di atas gelombang-gelombang laut;
Ayub 9:11 Apabila Ia melewati aku, aku tidak melihat-Nya, dan bila Ia lalu, aku tidak mengetahui.

11. ROH TUHAN DATANG DAN UNDUR DARI ATAS MANUSIA ?

1 Samuel 10: 6, 10:
1 Samuel 10:6 Maka Roh TUHAN akan berkuasa atasmu; engkau akan kepenuhan bersama-sama dengan mereka dan berubah menjadi manusia lain.
1 Samuel 10:10 Ketika mereka sampai di Gibea dari sana, maka bertemulah ia dengan serombongan nabi; Roh Allah berkuasa atasnya dan Saul turut kepenuhan seperti nabi di tengah-tengah mereka.
1 Samuel 11: 6 Ketika Saul mendengar kabar itu, maka berkuasalah Roh Allah atas dia, dan menyala-nyalalah amarahnya dengan sangat.
1 Samuel 16: 13-14:
1 Samuel 16:13 Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.
1 Samuel 16:14 Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN.

12. MAKA DATANGLAH ROH TUHAN ATAS SIMSON.

Hakim-hakim 13: 24-25:
Hakim-hakim 13:24 Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi besar dan TUHAN memberkati dia.
Hakim-hakim 13:25 Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh TUHAN di Mahane-Dan yang terletak di antara Zora dan Esytaol.
Hakim-hakim 14:6 Pada waktu itu berkuasalah Roh TUHAN atas dia, sehingga singa itu dicabiknya seperti orang mencabik anak kambing–tanpa apa-apa di tangannya. Tetapi tidak diceriterakannya kepada ayahnya atau ibunya apa yang dilakukannya itu.
Hakim-hakim 14:19 Maka berkuasalah Roh TUHAN atas dia, lalu pergilah ia ke Askelon dan dibunuhnya tiga puluh orang di sana, diambilnya pakaian mereka dan diberikannya pakaian-pakaian kebesaran itu kepada orang-orang yang dapat memberi jawab teka-teki itu. Tetapi amarahnya masih juga bernyala-nyala, lalu pulanglah ia ke rumah ayahnya.

[*] Lihat ayat-ayat yang lain Hakim-Hakim 15: 14 dan seterusnya.

13. KALAU PERCAYA ROH TUHAN MASUK KETUBUH MANUSIA, MAKA TUHAN JADI REBUTAN.

1 Raja-raja: 22; 19, 24:
1 Raja-raja 22:19 Kata Mikha: “Sebab itu dengarkanlah firman TUHAN. Aku telah melihat TUHAN sedang duduk di atas takhta-Nya dan segenap tentara sorga berdiri di dekat-Nya, di sebelah kanan-Nya dan di sebelah kiri-Nya.
1 Raja-raja 22:24 Sesudah itu tampillah Zedekia bin Kenaana, ditamparnyalah pipi Mikha serta berkata: “Mana boleh Roh TUHAN pindah dari padaku untuk berbicara kepadamu?”

14. SYAITAN DARIPADA ALLAH, DIUSIR DENGAN BUNYI KECAPI ?

1 Semuil 16: 14-17, 23:
1 Samuel 16:14 Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat yang dari pada TUHAN.
1 Samuel 16:17 Berkatalah Saul kepada hamba-hambanya itu: “Carilah bagiku seorang yang dapat main kecapi dengan baik, dan bawalah dia kepadaku.”
1 Samuel 16:23 Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat d itu undur dari padanya.

15. MANUSIA BERDIALOG DENGAN TUHAN LANGSUNG KATA DEMI KATA ?

YA, YAITU DIALOG ANTARA DAUD DENGAN TUHAN :
1 Samuel 23: 2-4, 10-12:
1 Samuel 23:2 Lalu bertanyalah Daud kepada TUHAN: “Apakah aku akan pergi mengalahkan orang Filistin itu?” Jawab TUHAN kepada Daud: “Pergilah, kalahkanlah orang Filistin itu dan selamatkanlah Kehila.”
1 Samuel 23:3 Tetapi orang-orang Daud berkata kepadanya: “Ingatlah, sedangkan di sini di Yehuda kita sudah dalam ketakutan, apalagi kalau kita pergi ke Kehila, melawan barisan perang orang Filistin.”
1 Samuel 23:4 Lalu bertanya pulalah Daud kepada TUHAN, maka TUHAN menjawab dia, firman-Nya: “Bersiaplah, pergilah ke Kehila, sebab Aku akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu.”
1 Samuel 23:10 Berkatalah Daud: “TUHAN, Allah Israel, hamba-Mu ini telah mendengar kabar pasti, bahwa Saul berikhtiar untuk datang ke Kehila dan memusnahkan kota ini oleh karena aku.
1 Samuel 23:11 Akan diserahkan oleh warga-warga kota Kehila itukah aku ke dalam tangannya? Akan datangkah Saul seperti yang telah didengar oleh hamba-Mu ini? TUHAN, Allah Israel, beritahukanlah kiranya kepada hamba-Mu ini.” Jawab TUHAN: “Ia akan datang.”
1 Samuel 23:12 Kemudian bertanyalah Daud: “Akan diserahkan oleh warga-warga kota Kehila itukah aku dengan orang-orangku ke dalam tangan Saul?” Firman TUHAN: “Akan mereka serahkan.”

16. BILA INGIN BERDIALOG DENGAN TUHAN, NABI DAUD MENGGUNAKAN “EFOD” ? [*]

1 Samuel 23: 9-11:
1 Samuel 23: 9 Ketika diketahui Daud, bahwa Saul berniat jahat terhadap dia, berkatalah ia kepada imam Abyatar: “Bawalah efod itu ke mari.”
1 Samuel 23: 10 Berkatalah Daud: “TUHAN, Allah Israel, hamba-Mu ini telah mendengar kabar pasti, bahwa Saul berikhtiar untuk datang ke Kehila dan memusnahkan kota ini oleh karena aku.
1 Samuel 23:11 Akan diserahkan oleh warga-warga kota Kehila itukah aku ke dalam tangannya? Akan datangkah Saul seperti yang telah didengar oleh hamba-Mu ini? TUHAN, Allah Israel, beritahukanlah kiranya kepada hamba-Mu ini.” Jawab TUHAN: “Ia akan datang.”
1 Samuel 30: 7-8:
1 Samuel 30:7 Lalu Daud memberi perintah kepada imam Abyatar bin Ahimelekh: “Bawalah efod itu kepadaku.” Maka Abyatar membawa efod itu kepada Daud.
1 Samuel 30:8 Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: “Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?” Dan Ia berfirman kepadanya: “Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan.”

[*] EFOD = Lambang jawatan Imamat.

17. NABI DAUD MENARI-NARI DAN MELOMPAT-LOMPAT DI HADIRAT TUHAN ?

ITU CARA KEBAKTIANNYA

2 Samuel 6: 5, 14-16:
2 Samuel 6:5 Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.
2 Samuel 6:14 Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.
2 Samuel 6:15 Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala.
2 Samuel 6:16 Ketika tabut TUHAN itu masuk ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya.

18. TUHAN MENYESALI DIRINYA DAN BERDUKACITA ?

Kejadian 6: 5, 7:
Kejadian 6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
Kejadian 6:7 Berfirmanlah TUHAN: “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.”

1 Samuel 15: 10, 11, 35:
1 Samuel 15:10 Lalu datanglah firman TUHAN kepada Samuel, demikian:
1 Samuel 15:11 “Aku menyesal, karena Aku telah menjadikan Saul raja, sebab ia telah berbalik dari pada Aku dan tidak melaksanakan firman-Ku.” Maka sakit hatilah Samuel dan ia berseru-seru kepada TUHAN semalam-malaman.
1 Samuel 15:35 Sampai hari matinya Samuel tidak melihat Saul lagi, tetapi Samuel berdukacita karena Saul. Dan TUHAN menyesal, karena Ia menjadikan Saul raja atas Israel.

19. TUHAN FIRMANNYA BERUBAH-UBAH ?

1 Samuel 2: 30 Sebab itu–demikianlah firman TUHAN, Allah Israel–sesungguhnya Aku telah berjanji: Keluargamu dan kaummu akan hidup di hadapan-Ku selamanya, tetapi sekarang–demikianlah firman TUHAN–:Jauhlah hal itu dari pada-Ku! Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah

20. TUHAN PENCEMBURU ?

Yosua 24:19 Tetapi Yosua berkata kepada bangsa itu: “Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah yang cemburu. Ia tidak akan mengampuni kesalahan dan dosamu.
Nahum 1:2 TUHAN itu Allah yang cemburu dan pembalas, TUHAN itu pembalas dan penuh kehangatan amarah. TUHAN itu pembalas kepada para lawan-Nya dan pendendam kepada para musuh-Nya.

21. TUHAN TURUN KE DUNIA UNTUK MENGACAU

TUHAN MENGACAU PEMBUATAN MENARA BABIL.

Kejadian 11: 5-7, 9:
Kejadian 11:5 Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,
Kejadian 11:6 dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.
Kejadian 11:7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.”
Kejadian 11:9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

22. TUHAN DISELAKUKAN SEORANG MUSUH ?

TUHAN SUDAH MENELAN SEMUANYA, SEPERTI SEORANG MUSUH, sehingga Meratapi NasibNya.

Ratapan 2: 2, 4, 5, 7, 8:
Ratapan 2:2 Tanpa belas kasihan Tuhan memusnahkan segala ladang Yakub. Ia menghancurkan dalam amarah-Nya benteng-benteng puteri Yehuda. Ia mencampakkan ke bumi dan mencemarkan kerajaan dan pemimpin-pemimpinnya.
Ratapan 2:4 Ia membidikkan panah-Nya seperti seorang seteru dengan mengacungkan tangan kanan-Nya seperti seorang lawan; membunuh segala yang menyenangkan mata dalam kemah puteri Sion, memuntahkan geram-Nya seperti api.
Ratapan 2:5 Tuhan menjadi seperti seorang seteru; Ia menghancurkan Israel, meremukkan segala purinya, mempuingkan benteng-bentengnya, memperbanyak susah dan kesah pada puteri Yehuda.
Ratapan 2:7 Tuhan membuang mezbah-Nya, meninggalkan tempat kudus-Nya, menyerahkan ke dalam tangan seteru tembok puri-purinya. Teriakan ramai mereka dalam Bait Allah seperti keramaian pada hari perayaan jemaah.
Ratapan 2:8 TUHAN telah memutuskan untuk mempuingkan tembok puteri Sion. Ia mengukur semuanya dengan tali pengukur, Ia tak menahan tangan-Nya untuk menghancurkannya. Ia menjadikan berkabung tembok luar dan tembok dalam, mereka merana semua.

23. TUHAN PERNAH TIDAK INGAT TUMPUAN KAKINYA, KARENA MURKA ?

Ratapan 2:1 Ah, betapa Tuhan menyelubungi puteri Sion dengan awan dalam murka-Nya! Keagungan Israel dilemparkan-Nya dari langit ke bumi. Tak diingat-Nya akan tumpuan kaki-Nya tatkala Ia murka.

24. BALATENTARA TUHAN BERPERANG MELAWAN ULAR NAGA ?

Wahyu 12: 7-9:
Wahyu 12:7 Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya,
Wahyu 12:8 tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.
Wahyu 12:9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.

25. TUHAN MARAH, MEMALU DENGAN PALU YANG BESAR ?

1 Samuel 6:19 Dan Ia membunuh beberapa orang Bet-Semes, karena mereka melihat ke dalam tabut TUHAN; Ia membunuh tujuh puluh orang dari rakyat itu. Rakyat itu berkabung, karena TUHAN telah menghajar mereka dengan dahsyatnya. (TB/Terjemahan Baru (1974) – LAI).
1 Samuel 6:19 Hata, maka dipalu Tuhan akan orang Bait-Semes sebab mereka itu sudah mengintai ke dalam tabut Tuhan, bahkan, dipalu-Nya dari pada mereka itu tujuh puluh orang dari lima puluh ribu orang. Maka pada masa itu merataplah orang banyak, sebab dipalu Tuhan di antara mereka itu dengan palu yang besar. TL/Terjemahan Lama (1954) – LAI).

26. TUHAN BERBANTAH-BANTAH DENGAN MANUSIA ?

Yeremia 2:8 Para imam tidak lagi bertanya: Di manakah TUHAN? Orang-orang yang melaksanakan hukum tidak mengenal Aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal, mereka mengikuti apa yang tidak berguna.
Yeremia 2:9 Sebab itu Aku akan berbantah lagi dengan kamu, demikianlah firman TUHAN, dan dengan anak cucumu Aku akan berbantah.
Ayub 10: 2 Aku akan berkata kepada Allah: Jangan mempersalahkan aku; beritahukanlah aku, mengapa Engkau beperkara dengan aku.

27. TUHAN MEMBANTAI BESAR-BESARAN DENGAN PEDANG TERHADAP MANUSIA?

TUHAN MENGHUNUS PEDANG.

Yehezkiel 21: 5, 9, 10, 12:
Yehezkiel 21:5 Dan semua manusia akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, mencabut pedang-Ku dari sarungnya, sehingga tidak akan kembali lagi ke situ.
Yehezkiel 21:9 “Hai anak manusia, bernubuatlah dan katakan: Beginilah firman TUHAN: Pedang! Pedang! Yang sudah diasah dan juga digosok!
Yehezkiel 21:10 Diasah untuk menumpahkan darah dan digosok supaya mengkilap seperti petir. Apakah kita akan bersukacita? –Tongkat anakku menghina segala macam kayu. —
Yehezkiel 21:12 Berserulah dan merataplah, hai anak manusia! Sebab pedang itu ditujukan melawan umat-Ku, ditujukan melawan semua pemimpin Israel; mereka dan umat-Ku sama-sama dibiarkan dimakan pedang. Oleh sebab itu tepuklah pinggangmu sebagai tanda perkabungan.

Mazmur 7: 13-14:
Mazmur 7:13 (7-14) Terhadap dirinya ia mempersiapkan senjata-senjata yang mematikan, dan membuat anak panahnya menjadi menyala.
Mazmur 7:14 (7-15) Sesungguhnya, orang itu hamil dengan kejahatan, ia mengandung kelaliman dan melahirkan dusta.

28. NABI YAKUB BERGUMUL DENGAN TUHAN, DAN NABI YAKUB MENANG ?

Kejadian 32: 24-30:
Kejadian 32:24 Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
Kejadian 32:25 Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
Kejadian 32:26 Lalu kata orang itu: “Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing.” Sahut Yakub: “Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku.”
Kejadian 32:27 Bertanyalah orang itu kepadanya: “Siapakah namamu?” Sahutnya: “Yakub.”
Kejadian 32:28 Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.”
Kejadian 32:29 Bertanyalah Yakub: “Katakanlah juga namamu.” Tetapi sahutnya: “Mengapa engkau menanyakan namaku?” Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.
Kejadian 32:30 Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: “Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!”

29. TUHAN BERLAKU JAHAT ?

SEKALI WAKTU TUHAN BISA BERLAKU JAHAT.

Ayub 42: 11 Kemudian datanglah kepadanya semua saudaranya laki-laki dan perempuan dan semua kenalannya yang lama, dan makan bersama-sama dengan dia di rumahnya. Mereka menyatakan turut berdukacita dan menghibur dia oleh karena segala malapetaka yang telah ditimpakan TUHAN kepadanya, dan mereka masing-masing memberi dia uang satu kesita dan sebuah cincin emas.

30. TUHAN MELANTIK DAN MENGANGKAT RAJA ?

1 Samuel 15:17 Sesudah itu berkatalah Samuel: “Bukankah engkau, walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel?
1 Samuel 12:13 Maka sebab itu, lihat itu raja yang telah kamu pilih, yang kamu minta. Sesungguhnya TUHAN telah mengangkat raja atasmu.

31. KARENA DAUD MENGETAHUI DILANTIK TUHAN, MAKA DIAMBILLAH BEBERAPA GUNDIK DAN ISTERI ?

2 Samuel 5:12 Lalu tahulah Daud, bahwa TUHAN telah menegakkan dia sebagai raja atas Israel dan telah mengangkat martabat pemerintahannya oleh karena Israel, umat-Nya.
2 Samuel 5:13 Daud mengambil lagi beberapa gundik dan isteri dari Yerusalem, setelah ia datang dari Hebron dan bagi Daud masih lahir lagi anak-anak lelaki dan perempuan.

Catatan: Ungkapan dan kepercayaan “raja dilantik Tuhan” inilah yang dapat menimbulkan despotisme pada zaman feodalisme dahulu kala.

32. TUHAN MEMPUNYAI SAUDARA ?

Galatia 1:19 Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.

33. YESUS MENDAKWAKAN DIRINYA TUHAN ?

Yohanes/Yahya 10: 30, 37-38:

Yohanes 10:30 Aku dan Bapa adalah satu.”
Yohanes 10:37 Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,
Yohanes 10:38 tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”
Yohanes/Yahya 14: 7-9:
Yohanes 14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”
Yohanes 14:9 Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

34. YESUS MAHA TAHU ?

Yohanes 2:24 Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua,
Yohanes 2:25 dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.
Yohanes 21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.

35. YESUS YANG AWAL DAN YANG AKHIR ?

Yohanes 8:57 Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”
Yohanes 8:58 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”
Yohanes 8:59 Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.
Wahyu 22: 13 Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.

36. TUHAN KITA YANG ESA, YAITU YESUS KRISTUS ?

Yudas 1:4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka , dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

*Dengan ungkapan diatas berarti tidak ada lagi “trinitas” dan Yesus Kristus sudah mendesak samasekali kedudukan Allah Bapa?

37. MASALAH TRINITAS

Matius 28: 19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
2 Korintus 13: 13 (13-12b) Salam dari semua orang kudus kepada kamu.
Efesus 4: 5-6:
Efesus 4: 5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
Efesus 4: 6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
1 Korintus 12: 4-6:
1 Korintus 12:4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
1 Korintus 12:5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
1 Korintus 12:6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

38. DENGAN TRINITAS, TAK MUNGKIN TUHAN MAHA ESA.

Rasul-Rasul 2: 34, 36:
Kisah Para Rasul 2:34 Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku:
Kisah Para Rasul 2:36 Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.”
1 Korintus 8: 6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

39. ROH KUDUS ITU OKNUM TUHAN ATAUKAH MALAIKAT JIBRIL ?

Kisah Para Rasul 5: 3-4:
Kisah Para Rasul 5: 3 Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
Kisah Para Rasul 5: 4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.”

40. ROH KUDUS BERBELAH-BELAH SEPERTI LIDAH API ?

Kisah Para Rasul 2: 1-4:
Kisah Para Rasul 2: 1 Ketika tiba hari Pentakosta , semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
Kisah Para Rasul 2: 2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
Kisah Para Rasul 2: 3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
Kisah Para Rasul 2: 4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

41. ROH ALLAH DIAM DIDALAM TUBUH MANUSIA ?

1 Korintus 3: 16-17:
1 Korintus 3: 16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
1 Korintus 3: 17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.
1 Korintus 6: 19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait h Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

42. TUHAN TIDAK BERANAK, TETAPI YESUS MENGAKU ANAK TUHAN ?

Lukas 22: 70 Kata mereka semua: “Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?” Jawab Yesus: “Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah.”
Matius 3: 17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Yohanes/Yahya 1: 34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.”

Catatan: Jika istilah “Anak Allah” diartikan “kekasih Allah” mungkin kami tidak Akeberatan. Tetapi “Anak Allah” yang sungguh-sungguh “Allah,” itulah yang Umat Islam tak dapat menerimanya.

43. HARI INILAH AKU TELAH MEMPERANAKKAN ENGKAU ?

Mazmur 2: 7 Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.
Kisah Para Rasul 13: 33 Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.
Ibrani 1: 5 Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: “Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini ?” dan “Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?”

44. DAUD JUGA DIPERANAKKAN TUHAN, “ANAK SULUNG” TUHAN ?

2 Samuel 7: 5, 13-14:
2 Samuel 7: 5 “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami?
2 Samuel 7: 13 Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.
2 Samuel 7: 14 Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia.
Mazmur 89: 21-22, 27-28:
Mazmur 89: 21 Musuh tidak akan menyergapnya, dan orang curang tidak akan menindasnya. maka tangan-Ku tetap dengan dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.
Mazmur 89: 22 Aku akan menghancurkan lawannya dari hadapannya, dan orang-orang yang membencinya akan Kubunuh. Musuh tidak akan menyergapnya, dan orang curang tidak akan menindasnya.
Mazmur 89: 27 Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia untuk selama-lamanya, dan perjanjian-Ku teguh bagi dia. Akupun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja d bumi.
Mazmur 89: 28 Aku menjamin akan adanya anak cucunya sampai selama-lamanya, dan takhtanya seumur langit. Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia untuk selama-lamanya, dan perjanjian-Ku teguh bagi dia.

Catatan: Jika Nabi Daud as. juga dikatakan “Anak Allah” (juga yang sulung), maka Allah sudah dua orang anaknya. Maha Suci Allah dari sifat tersebut!

45. DAUD JUGA DIANGKAT DARI ALAM BARZAH, ADA PADA KANAN TUHAN (SEPERTI YESUS?).

Mazmur 16: 1, 8, 10-11″
Mazmur 16: 1 Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.
Mazmur 16: 8 Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Mazmur 16: 10 sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
Mazmur 16: 11 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

[*] Catatan: Jika diperhatikan, pada ayat-ayat diatas terdapat pertentangan. Semula “Ia pada kananku,” jadi Daud disisi kiri. Tetapi kemudian “pada kananmu,” jadi Daud disisi kanan. Mana yang betul?

46. ANAK LAKI-LAKI ALLAH BERSETUBUH DENGAN ANAK-ANAK PEREMPUAN MANUSIA ?

Baaah… Ayat Opo Mene… Iki!!!:

Kejadian 6: 1, 2, 4:
Kejadian 6: 1 Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan,
Kejadian 6: 2 maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.
Kejadian 6: 4 Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.

47. DATANGLAH SEGALA ANAK ALLAH AKAN MENGHADAP TUHAN ?

Dimanakah Letak Ke-MahaTahuan Tuhan?

Ayub 1: 6-7:
Ayub 1: 6 Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis.
Ayub 1: 7 Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Dari mana engkau?” Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.”

Ayub 2: 1-2:
Ayub 2: 1 Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datang juga Iblis untuk menghadap TUHAN.
Ayub 2: 2 Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Dari mana engkau?” Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.”

48. TUHAN MENJADI SUAMI MANUSIA DAN BERTUNANGAN ?

Opo-opo-an Iki???

Hosea 2: 1, 2, 15, 18, 19:
Hosea 2: 1 Katakanlah kepada saudara-saudaramu laki-laki: “Ami!” dan kepada saudara-saudaramu perempuan: “Ruhama!”
Hosea 2: 2 “Adukanlah ibumu, adukanlah, sebab dia bukan isteri-Ku, dan Aku ini bukan suaminya; biarlah dijauhkannya sundalnya dari mukanya, dan zinahnya dari antara buah dadanya,
Hosea 2: 3-15: 3 supaya jangan Aku menanggalkan pakaiannya sampai dia telanjang, dan membiarkan dia seperti pada hari dia dilahirkan, membuat dia seperti padang gurun, dan membuat dia seperti tanah kering, lalu membiarkan dia mati kehausan. 4 Tentang anak-anaknya, Aku tidak menyayangi mereka, sebab mereka adalah anak-anak sundal. 5 Sebab ibu mereka telah menjadi sundal; dia yang mengandung mereka telah berlaku tidak senonoh. Sebab dia berkata: Aku mau mengikuti para kekasihku, yang memberi roti dan air minumku, bulu domba dan kain lenanku, minyak dan minumanku. 6 Sebab itu, sesungguhnya, Aku akan menyekat jalannya dengan duri-duri, dan mendirikan pagar tembok mengurung dia, sehingga dia tidak dapat menemui jalannya. 7 Dia akan mengejar para kekasihnya, tetapi tidak akan mencapai mereka; dia akan mencari mereka, tetapi tidak bertemu dengan mereka. Maka dia akan berkata: Aku akan pulang kembali kepada suamiku yang pertama, sebab waktu itu aku lebih berbahagia dari pada sekarang. 8 Tetapi dia tidak insaf bahwa Akulah yang memberi kepadanya gandum, anggur dan minyak, dan yang memperbanyak bagi dia perak dan emas yang dibuat mereka menjadi patung Baal. 9 Sebab itu Aku akan mengambil kembali gandum-Ku pada masanya dan anggur-Ku pada musimnya, dan akan merampas kain bulu domba dan kain lenan-Ku yang harus menutupi auratnya. 10 Dan sekarang, Aku akan menyingkapkan kemaluannya, di depan mata para kekasihnya, dan seorangpun tidak akan melepaskan dia dari tangan-Ku. 11 Aku akan menghentikan segala kegirangannya, hari rayanya, bulan barunya dan hari Sabatnya dan segala perayaannya. 12 Aku akan memusnahkan pohon anggurnya dan pohon aranya, yang tentangnya dikatakannya: Ini semuanya pemberian kepadaku, yang dihadiahkan kepadaku oleh para kekasihku! Aku akan membuatnya menjadi hutan, dan binatang-binatang di padang akan memakannya habis. 13 Dan Aku akan menghukum dia karena hari-hari ketika dia membakar korban untuk para Baal, berhias dengan anting-antingnya dan kalungnya, dan mengikuti para kekasihnya dan melupakan Aku,” demikianlah firman TUHAN. 14 “Sebab itu, sesungguhnya, Aku ini akan membujuk dia, dan membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya. 15 Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan. Maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir.
Hosea 2: 18 Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, engkau akan memanggil Aku: Suamiku, dan tidak lagi memanggil Aku: Baalku!. Lalu Aku menjauhkan nama para Baal dari mulutmu, maka nama mereka tidak lagi disebut. Aku akan mengikat perjanjian bagimu pada waktu itu dengan binatang-binatang di padang dan dengan burung-burung di udara, dan binatang-binatang melata di muka bumi; Aku akan meniadakan busur panah, pedang dan alat perang dari negeri, dan akan membuat engkau berbaring dengan tenteram.
Hosea 2: 19 Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.

49. TUHAN BERCERAI ?

Yesaya 50: 1 Beginilah firman TUHAN: “Di manakah gerangan surat cerai ibumu tanda Aku telah mengusir dia? Atau kepada siapakah di antara penagih hutang-Ku Aku pernah menjual engkau? Sesungguhnya, oleh karena kesalahanmu sendiri kamu terjual dan oleh karena pelanggaranmu sendiri ibumu diusir.

50. TUHAN MEMERINTAHKAN HOSEA AGAR KAWIN DENGAN PEREMPUAN SUNDAL ?

AMBILLAH AKAN DIRIMU SEORANG PEREMPUAN SUNDAL.

Hosea 1:2-3:
Hosea 1:2 Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: “Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN.”
Hosea 1:3 Maka pergilah ia dan mengawini Gomer binti Diblaim, lalu mengandunglah perempuan itu dan melahirkan baginya seorang anak laki-laki.
Hosea 3: 1-3:
Hosea 3: 1 Berfirmanlah TUHAN kepadaku: “Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis.”
Hosea 3: 2 Lalu aku membeli dia bagiku dengan bayaran lima belas syikal perak dan satu setengah homer jelai.
Hosea 3: 3 Aku berkata kepadanya: “Lama engkau harus diam padaku dengan tidak bersundal dan dengan tidak menjadi kepunyaan seorang laki-laki; juga aku ini tidak akan bersetubuh dengan engkau.”

51. TUHAN AKAN MENJUAL ANAK-ANAKMU LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN ?

Yoel 3: 8 Aku akan menjual anak-anakmu laki-laki dan perempuan kepada orang-orang Yehuda dan mereka akan menjual anak-anakmu itu kepada orang-orang Syeba, kepada suatu bangsa yang jauh, sebab TUHAN telah mengatakannya.”

52. NABI DAUD NGINTIP WANITA YANG SEDANG MANDI

2 Samuel 11 : 2 Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi, perempuan itu sangat elok rupanya.

53. Yesus Pergi Ke taman Getsemani untuk berdoa

Lukas 22: 39 – 46 = (Mat 26: 36-46; Mrk 14: 32-42)
(39) Lalu pergilah Yesus ke luar kota dan sebagaimana biasa Ia menuju Bukit Zaitun. Murid-murid-Nya juga mengikuti Dia.
(40) Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: “Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.”
(41) Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:
(42) Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.
(43) Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.
(44) Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.
(45) Lalu Ia bangkit dari doa-Nya dan kembali kepada murid-murid-Nya, tetapi Ia mendapati mereka sedang tidur karena dukacita.
(46) Kata-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu tidur? Bangunlah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.”

Catatan: Jika kita jernihkan akal, saat Yesus mengetahui dia akan ditangkap oleh orang-orang suruhan Pilatus untuk menangkap Yesus. … Yesus yang katanya Tuhan, sangat ketakutan hingga diapun menjauhkan diri dari murid-muridnya dan berdoa ditaman Getsemani. Dan saat itu murid-muridnyapun tertidur.

Tapi setelah 30 tahun s/d 70 tahun kemudian katanya murid-muridnya mengabadikan suasana Yesus yang sedang berdoa dengan menulis ke Alkitab seperti:

1. Markus 14:35 Ia maju sedikit, MEREBAHKAN DIRI KETANAH (epipten) dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya

2. Matius 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu SUJUD (epesen) dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki. “

3. Lukas 22:41 Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut (yeiv) dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi . (Lukas 22:42).

Kalau ditanya MANA YANG ASLI, (ayat kitab mana yang very original yang memberi kesaksian sambil tertidur) pasti ada yang bingung, tapi bila ditanya:
Injil siapa yang asbun (asal bunyi) ?

Apakah Markus yang MENGATAKAN YESUS MEREBAHKAN DIRI KETANAH (epipten), atau Matius yang menyampaikan Yesus itu SUJUD (epesen), atau Lukas yang SAAT ITU BELUM MENJADI MURID YESUS yang ASBUN (Asal Bunyi) MEMBERI KESAKSIAN lalu Yesus berlutut (yeiv) dan berdoa,??? Kitab yang mana yang asbun diantara kitab-kitab mereka?.

Selanjutnya Injil juga berkata:

Kata Matius: YUDAS MATI GANTUNG DIRI.

Yesuspun ketakutan mengadapi kematian.

Setelah tiba di tempat itu Ia berkata kepada mereka: “Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan.”Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa Peluhnya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.. Injil versi Lukas 22:40-44

Lukas menceritakan dalam injil karyanya, dimana sesaat sebelum Yesus ditangkap untuk disalib, Yesus pun berlutut berdoa kepada Tuhan agar diselamatkan, ketakutan Yesus semakin menjadi jadi hingga keluar keringat darah, atau dalam istilah medis disebut Hematohidrosis.

Hematohidrosis (keringat darah) adalah kondisi yang sangat jarang terjadi, dimana seseorang mengeluarkan keringat darah. Hal ini terjadi jika orang itu mengalami tekanan batin atau stres yang sangat berat, misalnya menghadapi kematian (Holoubek, JE; Holoubek AB 1996).

Leonardo da Vinci pernah mencatat mengenai seorang tentara yang berkeringat darah sebelum perang, dan orang-orang yang secara tak terduga dijatuhi hukuman mati. Kondisi psikologis Yesus yang sedemikian takut dan tertekan menghadapi penyaliban hingga mengeluarkan keringat darah, merupakan bantahan yang sangat telak bahwa Yesus datang kedunia untuk disalib guna menebus dosa manusia.

Andaikata itu benar, orang Yahudi tidak perlu repot repot menangkap Yesus dan Yesus tidak perlu berdoa untuk diselamatkan apalagi ketakutan hingga berkeringat darah jika memang itu tujuannya ia diutus dunia, dan yang paling aneh adalah ketika mereka ditanya“apakah orang yang menyalib Yesus masuk neraka? mereka akan bilang “Pasti masuk neraka,“. Seharusnya mereka yang menyalib Yesus harus masuk surga, kerena telah membantu melancarkan misi Yesus kedunia, yakni disalib untuk menebus dosa manusia sebagaimana doktrin yang mereka yakini selama ini, termasuknya terhadap Yudas Iskariot yang dianggap sebagai penghianat yang harusnya diberi gelar kepahlawanan, bukan dikutuk…. dan bagaimanakah nasib para leluhur Yesus sendiri… pasti masuk neraka semua!!!, karena tidak dapat bertransaksi penebusan dosa sebagai syarat masuk surga karena kunci surga ada pada darah Yesus.

“Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” – Injil Matius pasal 26 ayat 24.

Dalam ayat yang diucapkan oleh Yesus diatas, bisa kita lihat bahwa Yesus sendiri menyesali kelahiran muridnya yang melakukan khianat itu dan ini sebenarnya sudah membuyarkan konsep dosa turunan yang harus ditebus oleh Yesus sebagaimana yang diajarkan dalam teologi resmi gereja.

Bila memang Yesus dijadikan oleh Allah untuk menjadi penebus dosa asalnya Adam, maka seharusnya kelahiran Yudas Iskariot tidak perlu untuk disesali, justru Yesus dan semua orang Kristen harus berterima kasih kepadanya, karena Yudas telah berjasa besar pada terciptanya dogma penebusan dosa. Tanpa kelahiran Yudas Iskariot, maka artinya dosa manusia akan selalu terkatung-katung dan selamanya manusia memiliki jarak dengan Tuhan dan selalu berlumuran dosa.

Karena itulah maka paham gereja tentang dosa asal sama sekali tertolakkan dengan sendirinya, apalagi Alkitab/Bible juga pernah berkata :

Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri. – (Ulangan pasal 24 ayat 16).”

Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. – (Yehezkiel pasal 18 ayat 20).”

Ini adalah ungkapan yang jelas sekali dan sangat rasional, kesalahan yang dilakukan seorang manusia, tidaklah bisa dibebankan kepada manusia lainnya meskipun itu antara Bapak dan Anak, Adam dan keturunannya, karena masing-masing manusia harus menanggung apa yang telah mereka kerjakan masing-masing dalam kehidupannya, anak tidak akan disiksa karena bapaknya melanggar, begitupun sebaliknya.

54. Tuhan Di-ikat Untuk Disiksa Oleh Manusia

Matius 27:1 Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus.
Matius 27:2 Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu.

*Catatan: Bisakah Tuhan Di-ikat Oleh Manusia ?.

55. Yesus di Kerjain IBLIS
Tuhan Dikerjain Hantu ?

Matius 4:5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah,

Catatan: Wajarkah Tuhan yang disembah dan dimuliakan oleh manusia sampai-sampai dikerjai dan dibawa oleh Iblis yang dilaknat dan dikutuk dan Tuhanpun tunduk dengan kemauan Iblis dibawa ke mana saja? Wajarkah Iblis berani berhadapan dengan Allah?

56. Paulus Menyarankan untuk menkonsumsi Alkohol.

1 Timotius 5:23  Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.

57. Orang yang sekarat segera diberi minuman keras.
agar cepat mati ?

Amsal 31:6 Berikanlah minuman keras itu kepada orang yang akan binasa,
dan anggur itu kepada yang susah hati.
Amsal 31:7 Biarlah ia minum dan melupakan kemiskinannya, dan tidak lagi mengingat kesusahannya.

-0)(0-

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 Mei 2017 in Bedah Kasus

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: